KONTRIBUSI PERILAKU REMAJA DALAM MELAHIRKAN ANAK BERISIKO STUNTING DI DAERAH PEDESAAN DI BALI (Studi Pada Ibu Dengan anak stuting di Nusa Penida)
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16021852Keywords:
Perilaku remaja, Risiko StuntingAbstract
Keadaan stunting adalah keadaan siklus, mulai sejak sebelum menikah (remaja) yang malnutrisi, jika tidak diperbaiki, akan menjadi ibu hamil yang malnutrisi. Ibu hamil yang malnutrisi kemudian melahirkan bayi yang malnutrisi. Bayi yang malnutrisi ini kemudian akan menjadi anak yang stunting. Faktor prilaku seorang calon ibu sebelum menikah, sangat besar perannya dalam melahirkan anak-anak yang stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prilaku remaja yang berkontribusi terhadap risiko melahirkan anak stunting. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif survey. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dengan anak stunting di Nusa Penida, pengambilan sampel dengan tehnik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 orang. Analisis dilakukan secara univariat. sebagian besar responden sebelum menikah memiliki prilaku yang cukup dalam upaya pencegahan stunting yaitu sebesar 76% ,dan sebanyak 24 % berprilaku kurang dalam pencegahan stunting. Hasil analisis terkait dengan pola perilaku yang berisiko terhadap terjadinya stunting ditemukan bahwa, sebanyak 64,5 % semasa remaja mereka tidak pernah mengkonsumsi Fe, 12, 5% yang aktif mencari infomarsi tentang stunting, kebiasaan olah raga kurang, Prilaku PHBS juga masih rendah. Beberapa kebiasaan pada saat sebelum menikah (remaja) yang ditemukan kurang baik dan berkontribusi terhadap risiko melahirkan anak stunting. Diharapkan pemerintah bersama sama dengan masyarakat untuk melakukan upaya-upaya yang dapat mengurangi dan mengatasi prilaku-prilaku yang kurang baik, yang berkontribusi terhadap risiko melahirkan anak stunting.
Downloads
Published
Versions
- 2024-05-01 (2)
- 2024-04-28 (1)