PERSEPSI KETERLAMBATAN INISIASI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI KOTA SUMENEP, KABUPATEN SUMENEP: STUDI KUALITATIF
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16011733Keywords:
Trimester Pertama, Persepsi, Keterlambatan, Antenatal care, ibu hamilAbstract
Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) melalui inisiasi antenatal care (ANC) pada ibu hamil trimester pertama menjadi krusial untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas. Tercatat 66,9% ibu hamil memulai pelayanan ANC pertama kali di Kabupaten Sumenep, angka tersebut jauh dari target yaitu 98%. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi persepsi ibu hamil terlambat melakukan ANC di trimester pertama.
penelitian ini menggunakan purposive sampling melibatkan lima ibu hamil, lima bidan dan kepala puskesmas sebagai informan dalam pengumpulan data melalui indepth interview semi struktur. Ibu hamil memulai pelayanan ANC setelah trimester pertama di rekrut di Puskesmas dan diwawancarai di sebuah ruangan unit pelayanan ANC. Informan kunci adalah bidan yang bekerja di unit KIA. Informan bersifat sukarela dan telah mendapatkan persetujuan tertulis maupun lisan. Data direkam secara audio dan dianalisis menggunakan tematik.
ibu hamil menganggap tidak ada perbedaan pemeriksaan kehamilan sehingga akan memulai ketika perut sudah besar. Selain itu, kurangnya motivasi untuk memulai ANC dini karena memiliki riwayat kehamilan positif sebelumnya. Jarak fasilitas kesehatan lumayan jauh, biaya transportasi, kurangnya dukungan mertua dan suami serta tenaga kesehatan kasar menjadi alasan lainnya. Kepercayaan budaya bahwa ibu hamil tidak boleh keluar sebelum memasuki trimester kedua menjadi variabel yang mempengaruhi keterlambatan inisiasi ANC.
ibu hamil kurang mendapat informasi mengenai tujuan ANC dini. Hambatan fasilitas kesehatan dan sosiokultural mempunyai pengaruh yang besar. Pemerintah daerah harus memperkuat sistem kesehatan dengan memberikan informasi dan edukasi kesehatan melibatkan masyarakat sebagai upaya peningkatan status KIA.