PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK USIA DINI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA

Authors

  • Maulia Isnaini Universitas Aisyah Pringsewu Author
  • Nopi Anggista Putri Universitas Aisyah Pringsewu Author
  • Yuni Sulistiawati Universitas Aisyah Pringsewu Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.16014151

Keywords:

Anak usia dini, pendidikan seksual, penyuluhan, tingkat pengetahuan

Abstract

Pendidikan seks untuk anak-anak di usia dini masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu oleh sebagian besar masyarakat. Sebagai tindakan pencegahan, orang tua harus menyadari pentingnya pendidikan seks usia dini untuk melindungi anak dari kejahatan dan kekerasan seksual anak. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kekerasan seksual berkontribusi pada peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak. The National Society for the Prevention of Cruelty to Children yang menginisiasi kampanye Underwear Rules memiliki tujuan untuk menghentikan kekerasan terhadap anak dengan mendorong kebijakan pemerintah dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2018 melaporkan temuan 117 kasus kekerasan seksual. Sementara data Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2019 melaporkan sedikitnya 1.500 kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami oleh anak di Indonesia. Sebuah survei yang dilakukan di TK PGRI 2 Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Lampung Timur, terhadap 10 orang tua menemukan bahwa 70% dari mereka belum mengerti tentang pendidikan seksual dan belum terlibat dalam penyuluhan tentang topik tersebut. Kekerasan seksual terhadap anak dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pengetahuan orang tua yang telah diberikan intervensi berupa penyuluhan tentang pendidikan seksual pada anak usia dini. Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan pra-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 21 orang tua yang memiliki balita berusia 4-5 tahun, dipilih melalui teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di TK PGRI 2 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, selama bulan Agustus hingga September 2023. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Tahap penelitian dilakukan sebelum intervensi responden mengisi pretest, dilanjutkan dengan intervensi diberikan 1 kali berupa penyuluhan tentang pendidikan seksual melalui media video edukasi berdurasi 4 menit dan ditutup dengan pengisian posttest. Analisis data bivariat dengan uji wilcoxon. Dari hasil studi ini, diketahui bahwa skor rata-rata pengetahuan orang tua sebelum penyuluhan adalah 16,1, dengan skor terendah 9 dan tertinggi 20. Setelah penyuluhan, skor rata-rata meningkat menjadi 18,2, dengan skor terendah 15 dan tertinggi 20, nilai p-value 0,003 (p-value < α = 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penyuluhan tentang pendidikan seksual terhadap pengetahuan orang tua di TK PGRI 2 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Hal ini sesuai dengan tujuan penyuluhan kesehatan, yaitu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku agar tercapai tingkat kesehatan yang optimal. Memiliki pengetahuan yang memadai tentang pendidikan seksual sangat penting bagi orang tua dalam membimbing, melindungi, dan memberikan pemahaman kepada anak tentang potensi pelaku kekerasan seksual. Oleh karena itu, penyuluhan tentang pendidikan seksual sangatlah penting diberikan kepada orang tua yang memiliki balita usia 4-5 tahun, dimana anak-anak mulai mengerti dan mematuhi peringatan tentang bahaya. Diharapkan orang tua, lingkungan sekitar dan pihak sekolah lebih tanggap akan pentingnya pemberian pendidikan seksual sejak dini pada anak agar anak dapat melindungi dirinya secara mandiri dan mencegah anak mendapatkan pelecehan maupun kekerasan seksual.

Downloads

Published

2024-04-28

Issue

Section

Articles