FREKUENSI MENYIKAT GIGI DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA SMP NEGERI 1 BATIPUH KECAMATAN BATIPUH KABUPATEN TANAH DATAR
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16017686Keywords:
Frekuensi Menyikat Gigi, Status Karies GigiAbstract
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang perlu mendapatkan penanganan serius karena berdampak pada kualitas hidup seseorang. Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah penyakit karies gigi sebanyak 45,3%. Anak usia sekolah merupakan usia risiko tinggi untuk terjadinya penyakit karies gigi. Menyikat gigi baik dan benar merupakan salah satu upaya dalam mencegah perkembangan bakteri penyebab terjadinya karies gigi. Penyikatan gigi secara teratur dengan frekuensi dua kali sehari atau lebih dalam sehari mempunyai resiko lebih rendah untuk terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian mengetahui frekuensi menyikat gigi dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Batipuh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain pendekatan “cross sectional”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Batipuh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar sebanyak 186 orang yang semuanya dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tanya jawab untuk mendapatkan data frekuensi menyikat gigi dan pemeriksaan DMF-T untuk status karies gigi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi menyikat gigi 1x sehari sebanyak 23%, 2x sehari sebanyak 62% dan 3x sehari sebanyak 15%. Status karies gigi dengan kriteria baik sebanyak 64% dan kriteria jelek sebanyak 36%. Frekuensi menyikat gigi 1x sehari dengan status karies gigi berkriteria baik sebanyak 2% dan kriteria jelek sebanyak 21%, frekuensi menyikat gigi 2x sehari dengan status karies gigi berkriteria baik sebanyak 48% dan kriteria jelek sebanyak 14%, dan frekuensi menyikat gigi 3x sehari dengan kriteria baik sebanyak 14% sedangkan kriteria jelek sebanyak 1%.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa frekuensi menyikat gigi yang paling banyak adalah 2 kali sehari dengan status karies gigi berkriteria baik. Disarankan kepada responden agar mencegah terjadinya karies gigi dengan melakukan sikat gigi secara teratur minimal 2 x sehari dengan waktu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat menambahkan dengan variabel lain.