PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DONOR DARAH TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN MINAT MASYARAKAT MENJADI PENDONOR: STUDI QUASI-EXPERIMENTAL
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16018279Keywords:
Pendidikan, donor darah, pengetahuan, sikap, minatAbstract
Ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan darah akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, angka kecelakaan dan kejadian bencana. Minimnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjadi pendonor menjadi penyebab utama masalah tersebut. Pendidikan kesehatan tentang donoh darah dianggap dapat meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan minat masyarakat.
Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang donor darah terhadap pengetahuan, sikap dan minat masyarakat menjadi pendonor.
Penelitian ini termasuk penelitian Quasi experimental, (one group pre post test). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-September tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini yakni masyarakat Kabupaten Ende. Sampel penelitian yakni masayarakat yang memenuhi kriteria inklusi (memenuhi syarat sebagai pendonor). Teknik sampling yakni probability sampling (simple random sampling). Instrumen berupa kuesioner dengan hasil uji validitas yakni r tabel = 0.2058. Terdapat 48 pertanyaan valid (r hitung > r tabel) dan 2 pertanyaan negative (r hitung < r tabel). Hasil uji reliabilitas menunjukkan alpha sebesar 0,694 (>0,361). Teknik analisa data menggunakan uji dependent t-test atau paired t-test).
Hasil analisis di atas menunjukkan nilai p value pre dan post test variabel pengetahuan 0.301 (>0.05). Nilai p value pre dan post test variabel sikap 0.182 (>0.05). Nilai p value pre dan post test variabel minat 0.568 (>0.05).
Pendidikan kesehatan tentang donor darah tidak berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan minat masyarakat menjadi pendonor.