IMPLEMENTASI PERSIAPAN KELUARGA IBU HAMIL TRIMESTER III SEBAGAI PENDONOR DARAH MENJELANG PERSALINAN
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16018621Keywords:
Ibu Hamil, Pendonor darahAbstract
Kesehatan ibu merupakan hal yang penting dan menjadi prioritas program kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab dari kematian ibu melahirkan adalah perdarahan. Untuk mencegah kematian ibu, diperlukan akses terhadap pelayanan darah yang cukup. Hal ini dapat dicapai jika banyak donor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya, sehingga unit transfusi darah (UTD) dapat memenuhi permintaan darah dari fasilitas pelayanan kesehatan. Calon Donor Darah Adalah orang yang dipersiapkan oleh ibu, suami, keluarga dan masyarakat yang sewaktu-waktu bersedia menyumbangkan darahnya untuk keselamatan ibu melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi dan tanda bahaya kebidanan bagi ibu sehingga melahirkan bayi yang sehat. Terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya Stiker P4K di setiap rumah ibu hamil. diawali pendekatan bidan Desa dilanjutkan dengan perangkat Desa, Selanjutnya membentuk TIM kerja dalam melakukan identifikasi dengan usia kehamilan 32 minggu. Di lanjutkan dengan penyediaan tempat untuk ibu hamil agar dapat terlaksana program persiapan keluarga dalam persalinan. Selanjutnya memaparkan masalah dan merencanakan alternatif pemecahan masalah. Peningkatan pemahaman dan keterampilan dan peran serta keluarga sebagai pendonor darah. Masih banyak keluarga ibu hamil yang belum mengetahui dan mempersiapkan pendonor darah menjelang persalinan.:Perencanaan Persalinan (Bersalin di Bidan, menyiapkan transportasi, menyiapkan biaya, menyiapkan calon donor darah), Memberdayakan unsur-unsur masyarakat termasuk suami, keluarga, dan kader untuk terlibat aktif dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi dalam kegiatan Bersama dengan kepala desa, toma membahas tentang masalah calon donor darah, transportasi dan pembiayaan untuk membantu dalam menghadapi kegawatdaruratan pada waktu hamil, bersalin dan nifas.