HUBUNGAN FAKTOR IBU SAAT HAMIL TERHADAP BERAT BADAN LAHIR DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) SALABIAH KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16020224Keywords:
Berat Badan Lahir, Faktor Ibu, HamilAbstract
Berat badan bayi saat lahir merupakan indikator penting kerentanan anak terhadap penyakit, resiko penyakit, dan frekuensi penyakit pada anak. Berat badan juga memprediksi kesehatan, pertumbuhan, perkembangan psikososial, dan peluang kelangsungan hidup anak. Bayi yang memiliki berat badan rendah beresiko mengalami stunting. Faktor risiko yang terkait dengan kejadian BBLR termasuk sosial ekonomi dan demografi ibu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional yang bertujuan untuk analisis hubungan factor ibu dengan berat badan lahir di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Salabiah Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang Ibu Post Partum dan ditentukan secara total sampling yaitu semua ibu Post Partum yang terdata pada Rekam Medis pada bulan November sampai dengan Desember 2023, yang memenuhi kriteria sampel yaitu ibu melahirkan bayi hidup dengan usia kehamilan aterm saat persalinan. Hasil penelitian menunjukkan Faktor ibu seperti umur, pendapatan keluarga, keluhan selama kehamilan, dan paritas berkorelasi dengan berat badan lahir bayi. Sebaliknya, variabel pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat keguguran, dan pemeriksaan kehamilam tidak berkorelasi dengan berat badan lahir bayi namun dari uji regresi logistic berganda, hanya ibu yang mengalami keluhan selama kehamilan yang mempengaruhi secara parsial terhadap berat badan lahir bayi. Untuk memastikan kelahiran bayi yang sehat, penting bagi keluarga, bidan, dan program kesehatan untuk mempertimbangkan kesehatan ibu dan faktor lain yang berkaitan dengan kehamilan. Pembuat kebijakan dan tenaga profesional dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara usia ibu dan indikator kesehatan bayi baru lahir.