PENGARUH SECTIO CAESAREA METODE ERACS TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD)
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16021205Keywords:
Inisiasi Menyusu Dini, Sectio Caesarea, ERACSAbstract
Angka Sectio Caesarea (SC) di Indonesia telah melewati batas maksimal yang direkomendasikan WHO karena semakin banyak dipilih oleh Ibu bersalin walaupun tanpa indikasi medis. Angka SC Rumah Sakit Medika Stannia terus meningkat, bahkan di tahun 2022 mencapai 856 pasien. Namun, SC menjadi kendala pada banyak Ibu dalam melakukan IMD karena nyeri post operasi, padahal IMD menjadi fase yang berkontribusi dalam keberhasilan peningkatan ASI eksklusif, termasuk memberikan banyak manfaat lain untuk Ibu dan bayi. Metode ERACS dinilai dapat meminimalisir nyeri setelah SC, sehingga pasien bisa segera melakukan IMD.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh SC metode ERACS terhadap keberhasilan IMD di Rumah Sakit Medika Stannia. Penelitian menggunakan metode eksperimen desain quasi experimental nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling dan diperoleh 30 Ibu bersalin yang terbagi atas kelompok perlakuan (bersalin secara SC metode ERACS) 15 orang dan kelompok kontrol (bersalin secara SC konvensional) 15 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan analisis data menggunakan uji T alternatif Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh SC metode ERACS terhadap keberhasilan IMD dengan nilai p-value (sig) 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Selain itu berdasarkan hasil observasi, SC metode ERACS lebih mendukung proses IMD karena memiliki tingkat nyeri yang rendah. Semua sampel kelompok perlakuan berhasil melakukan IMD dengan waktu tercepat 12 menit dan terlama 58 menit, sedangkan pada kelompok kontrol, terdapat 4 bayi yang tidak berhasil dilakukan IMD dengan waktu > 60 menit. Disimpulkan bahwa SC metode ERACS memberikan keberhasilan terhadap proses IMD.