ANALISIS POTENSI INTERAKSI PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DI RUMAH SAKIT XY PROVINSI BANTEN

Authors

  • Candra Junaedi UNMA Banten Author
  • Qurrotul Uyun UNMA Banten Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.16021287

Keywords:

Hipertensi, Interaksi Obat Hipertensi, Hipertensi Dengan Komplikasi

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling umum diderita masyarakat. World Health Organization (WHO, 2022) menyebutkan bahwa orang yang meninggal akibat kardiovaskular terus mengalami peningkatan pertahunnya. Hipertensi sering dijuluki sebagai the silent killer, terjadi tanpa disadari dan penderita baru mengetahui saat terjadi komplikasi. Pasien hipertensi dengan komplikasi umumnya mendapat terapi ≥2 item obat, sehingga berpotensi menimbulkan interaksi. Interaksi obat merupakan salah satu drug related problems (DRPs) yang dapat mempengaruhi outcome terapi pasien. Menurut data Riskesdas Provinsi Banten tahun 2018, Prevalensi hipertensi di kota serang mencapai 15,58% hal tersebut disebabkan karena pasien tidak rutin meminum obat (31,73%), dan 13,64% orang lainnya tidak minum obat. Berdasarkan data awal penelitian kujungan pasien hipertensi di poliklinik Rumah Sakit sebanyak 815 kasus dengan 75,34% pasien komplikasi (614 kausu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat Pada Resep Pasien Hipertensi Dengan Komplikasi di Rumah Sakit XY Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling secara prospektif periode Januari–Juni tahun 2023. Perhitungan sampel dilakukan dengan rumus solvin didapatkan sebanyak 270 sampel dengan kriteria inklusi pasien hipertensi dengan komplikasi, pasien berumur > 18 tahun, mendapatkan > 2 jenis obat, bersedia menjadi responden dan kriteria eksklusi pasien meninggal, serta undur diri dari penelitian. Data dianalisis menggunakan dua pendekatan univariat dan bivariat. Data univariat dianalisis dengan neggunakan aplikasi Medscape.com dan Drugs.com untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat, kemudian hasil dikategorikan Mayor, Moderat dan Minor. Data bivariat dianalisis menggunakan uji pearson correlation dengan nilai kemaknaan <0,05. Uji ini digunakan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara jumlah obat dengan kejadian interaksi pada pengobatan Pasien Hipertensi dengan komplikasi. Berdasarkan demografi pasien diperoleh distribusi jenis kelamin perempuan (58,15%) dan laki-laki sebesar (41,85%). Selain itu, distribusi usia >55tahun (73,77%) dan <55tahun sebesar (26,23%). Sedangkan periode lama menderita hipertensi  <1tahun (21,11%), 1-5tahun (60,37%), 6-10tahun (12,59%) dan >11tahun (5,93%) dengan dominasi komplikasi Heart Failure (18,89%). Analisis data univariat menyatakan bahwa frekuensi penggunaan obat sebesar 22,59% (<5 jenis obat/resep) dan 77,41% (>5 Jenis obat/resep) dengan interpretasi keparahan Mayor 10,14%, Moderat 70,71% dan Minor 19,15% denga total kejadian interaksi 1.253 kejadian. Hasil analisis data bivariat menggunakan uji pearson correlation didapatkan nilai p yaitu 0,000 (<0,05), dengan nilai pearson correlation sebesar 0,705 (korelasi kuat). Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 241 resep (89,26%) berpotensi menimbulkan interaksi obat dengan total potensi interaksi sebanyak 1.253 kejadian. Potensi interaksi dibagi dalam tiga keparahan Mayor (parah), Moderat (sedang) dan Minor (ringan). Interkasi dengan keparahan mayor (parah) sebesar 10,14% (127 kejadian) dengan mekanisme farmakokinetik sebesar 55,12% (70 kejadian). Interaksi obat dengan tingkat keparahan mayor paling banyak pada pasien hipertensi yaitu amlodipin-simvastatin sebanyak 43 kejadian. Kombinasi obat ini signifikan dapat meningkatkan efek simvastatin oleh amlodipin secara farmakokinetik pada fase metabolisme, dimana terjadi penghambatan amlodipin oleh simvastatin melalui metabolisme CYP450 usus dan hati oleh isoenzim CYP450 CYP3A4. Simvastatin bekerja menghambat CYP3A4 dan amlodipin dimetabolisme oleh CYP3A4, penggunaan bersamaan menyebabkan peningkatan area under the curve 3-hidroksi-3-methylglutaryl coenzyme-A (AUC HMG Co-A) reduktase inhibitor sehingga meningkatkan efek simvastatin yang beresiko menyebabkan rabdomiolisis (Stockley, 2008). Batasan dalam penelitian ini adalah resep pasien rawat jalan periode Januari-Juni Tahun 2023.

Downloads

Published

2024-04-28

Issue

Section

Articles