EFEKTIVITAS AROMATERAPI JASMINE TERHADAP INTENSITAS NYERI, HIS DAN KEMAJUAN DILATASI SERVIKS PERSALINAN DI PMB WILAYAH KERJA  PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN

Authors

  • Fitria Politeknik Kesehatan Kartini Bali Author
  • Gusti Ayu Martha Winingsih Politeknik Kesehatan Kartini Bali Author
  • Ni Wayan Noviani Politeknik Kesehatan Kartini Bali Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.16021590

Keywords:

Aromaterapi jasmine, intensitas nyeri, his, dilatasi servik, ibu bersalin

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan perinatal di Indonesia adalah merupakan masalah nasional dan menjadi prioritas utama untuk ditangani. Nyeri persalinan yang disebabkan oleh kontraksi rahim/his dapat menyebabkan penipisan serviks. Hal tersebut merupakan rintangan terbesar dalam persalinan dan jika tidak diatasi akan berdampak pada terhambatnya kemajuan persalinan. Kejadian partus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8% dan di Indonesia sebesar 9% dapat menyebabkan kematian ibu. Penanganan alternatif  untuk untuk menghindari induksi medis pada ibu bersalin adalah dengan menggunakaan aromaterapi jasmine. Tujuan penelitian ini melihat efektivitas Aromaterapi Jasmine Terhadap Intensitas Nyeri, His dan Kemajuan Dilatasi Serviks di PMB Wilayah  Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2023.

Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan one group pretest-posttes with group control desain. Tempat penelitian di PMB Bdn. Luh Ayu Koriawati., S.Tr.Keb sebagai kelompok intervensi dan PMB Wahidah, S.Tr.Keb sebagai kelompok kontrol. Total sampel berjumlah 30 ibu bersalin responden sesuai kriteria inklusi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Waktu pelaksanaan penelitian adalah 3 bulan dari bulan Juni -Agustus 2023. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah patograf WHO, buku KIA dan Lembar Observasi Perilaku dengan Skala Ukur Bourbanis. Analisis data  menggunakan yaitu uji uji wlcoxon dan uji mann whitney.

Hasil penelitian terkait intensitas nyeri persalinan pada kelompok kontrol didapatkan sebanyak 66.7% responden mengalami nyeri berat dan 13.3% mengalami nyeri berat tidak terkontrol. Pada kelompok intervensi didapatkan sebanyak 46.7%  mengalami nyeri ringan dan nyeri sedang, nyeri berat 6.7%  dengan signifikasi 0.001 < 0.05.  Hasil penelitian terkait his persalinan didapatkan pada kelompok kontrol his persalinan sebelum dan setelah perlakuan  60% dengan durasi his persalinan antara 20 – 40 detik. Pada kelompok perlakuan sebelum perlakuan durasi his persalinan antara 20 – 40 detik, sedangkan setelah diberikan perlakuan 100 % durasi his persalinan > 40 detik dengan signifikansi 0.003 < 0.05. Hasil penelitian terakit kemajuan dilatasi serviks didapatkan selisih dilatasi serviks pada kelompok intervensi lebih cepat daripada kelompok kontrol yaitu sebesar 3,80 jam dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Pemberian aromaterapi jasmine efektif terhadap intensitas nyeri, his dan kemajuan dilatasi serviks di PMB Wilayah  Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.

Aromaterapi jasmine memiliki peran yang dapat mendukung kelancaran proses persalinan melalui berbagai mekanisme. Aromaterapi jasmine dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan pada ibu melalui efek aromaterapi yang menenangkan, yang pada gilirannya dapat membuka jalur untuk kelancaran proses persalinan. Aroma jasmine juga diketahui dapat merangsang pelepasan hormon endorfin, yang bertindak sebagai analgesik alami dan membantu meningkatkan mood. Hormon endorfin juga dapat berperan dalam merangsang his yang lebih efektif, mengurangi intensitas nyeri dan mempercepat dilatasi servik. Oksitosin merupakan hormon yang penting dalam persalinan, karena merangsang his. Ini adalah aspek penting karena keberhasilan persalinan bergantung pada kemampuan rahim untuk berkontraksi secara efektif (Kaviani et al., 2014)(Tadokoro et al., 2023)(Wang et al., 2018). Hasil penelitian yang dilakukan (Lowdermilk, D.L., Perry, S.E., & Cashion, 2013) Minyak jasmine atau melati dapat membantu memperkuat kontraksi, memiliki khasiat analgesik dan antispasmodik, sehingga dalam persalinan dapat meningkatkan strategi mekanisme koping wanita terhadap nyeri dan his jika digunakan secara tunggal atau bersamaan dengan terapi komplementer. Strategi nonfarmakologi dengan aromaterapi dilakukan, maka akan memperbaiki kondisi psikologhis dan persepsi nyeri ibu bersalin, sehingga dapat menurunkan kecemasan meningkatkan kontraksi uterus dan mengurangi intensitas nyeri. Peningkatan kontraksi akan memperpendek kala persalinan terutama kala I. Metode ini dapat mengalihkan perhatian ibu untuk menjalani proses persalinan yang aman dan lancar, sehingga kondisi bayi yang dilahirkan pun sehat.

Downloads

Published

2024-04-28

Issue

Section

Articles