ANALISA PREDIKTOR KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 1-5 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16021709Keywords:
Balita, StuntingAbstract
Stunting merupakan masalah kekurangan gizi secara global sampai saat ini masih mendapatkan perhatian utama terutama di sebagian negara berkembang. Faktor-faktor yang merupakan prediktor kejadian stunting diantaranya faktor ibu,keluarga dan balita itu sendiri. Menurut SSGI yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan . Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021 prevalensi stunting mencapai 27,4%, sedangkan pada tahun 2022 mencapai 27,2%terjadi penurunan 0,2% artinya masih perlu kerja keras untuk mencapai target yang dipersyaratkan WHO yaitu dibawah 20%. untuk melihat faktor prediktor kejadian stunting pada anak usia balita 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesas Kaluku Bodoa Makassar Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional study. Responden penelitian adalah Ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa, dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling yang berjumlah 103 sampel. Analisis dilakukan seluruh analisis statistik dengan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 29 menggunakan uji regresi logistic biner . dalam penelitian ini didapatkan faktor prediktor dari factor usia ibu dengan usia berisiko tinggi yang signifikan menjadi predictor kejadian stunting dengan kemungkinan 1.183 kali lebih besar dibandingkan ibu yang berada pada usia risiko rendah). Untuk factor keluarga, terkhusus pada adanya anggota keluarga yang merokok di rumah juga terbukti signifikan menjadi predictor kejadian stunting yang apabila terdapat keluarga merokok di rumah maka berpeluang 1.940 kali lebih besar memiliki anak stunting dibandingkan jika tidak ada keluarga yang merokok factor prediktor kejadian stunting adalah faktor usia ibu yang beresiko tinggi dan keluarga yaitu faktor perilaku merokok dalam keluarga sehingga perlu pemberdayaan keluarga dan pendidikan kesehatan kepada keluarga sebagai upaya pencegahan kejadian stunting pada anak usia balita 1-5 tahun.