ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA

Authors

  • Dartiwen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu Author
  • Mira Aryanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.16021970

Keywords:

Kehamilan Tidak Diinginkan, Remaja, Perilaku seks pranikah

Abstract

Remaja yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan dapat berlanjut dengan tindakan aborsi dan berisiko mengalami komplikasi pada saat persalinan, serta merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Perkembangan zaman mempengaruhi perilaku seksual para remaja. Perilaku pacaran berisiko menimbulkan dorongan seksual yang tidak terkendali. Kehamilan tidak diinginkan pada remaja berdampak terhadap kesehatan reproduksi dan kehidupan sosial serta dapat meningkatkan jumlah kematian Ibu dan Bayi.Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Kabupaten Indramayu dengan mengeksplor faktor yang mendorong informan melakukan seks pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja perempuan berumur 10-19 tahun dengan kehamilan tidak diinginkan yang terjadi pada tahun 2022. Jumlah informan utama sebanyak 20 orang sedangkan informan triangulasi yaitu orang tua remaja sebanyak 13 orang dan bidan koordinator sebanyak 6 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah perilaku seksual pranikah yang berisiko, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang rendah, akses media sosial tentang pornografi, pola asuh yang diterapkan orangtua terhadap anaknya, dan perilaku seksual teman sebaya. Diperlukan kurikulum baru dengan menyisipkan materi kesehatan reproduksi dalam pembelajaran, dan memperkuat kedekatan guru wali kelas dengan murid-muridnya. Sedangkan untuk orang tua diharapkan dapat memantau aktivitas anaknya selama di luar sekolah. Institusi pendidikan kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan membentuk peer educator di setiap sekolah dan secara rutin memberikan edukasi kepada siswa guna mencegah perilaku seks pranikah.

Downloads

Published

2024-04-28

Issue

Section

Articles