SEDUHAN JAHE LEBIH EFEKTIF DARIPADA AIR PERASAN LEMON SEGAR DALAM MENURUNKAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA
DOI:
https://doi.org/10.5281/gs5b4q10Keywords:
Emesis gravidarum , Ginger decoction, Fresh lemon juiceAbstract
Emesis gravidarum pada awal kehamilan merupakan keluhan yang dapat mengganggu kenyamanan ibu, aktivitas sehari-hari, dan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Jahe dan lemon telah digunakan sebagai terapi komplementer, namun bukti yang membandingkan keduanya secara langsung dengan protokol terstandar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas seduhan jahe dan air perasan lemon segar dalam menurunkan keparahan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Penelitian kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest dua kelompok dilakukan pada 30 ibu hamil dengan emesis gravidarum ringan hingga sedang di praktik mandiri bidan di Medan, masing-masing 15 peserta pada kelompok jahe dan lemon. Kelompok jahe menerima 2,5 g jahe segar yang direbus hingga 200 mL, sedangkan kelompok lemon menerima 30 mL air perasan lemon yang diencerkan hingga 200 mL. Kedua intervensi diberikan sekali sehari setelah sarapan selama empat hari. Keparahan emesis diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea-24. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Karakteristik awal kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Skor menurun dari 10,73 menjadi 5,13 pada kelompok jahe dan dari 10,47 menjadi 6,60 pada kelompok lemon. Penurunan masing-masing sebesar 5,60 dan 3,87 poin. Penurunan pada kelompok jahe lebih besar 1,73 poin dibandingkan kelompok lemon (95% CI 0,94–2,52; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif, tetapi seduhan jahe memberikan penurunan gejala yang lebih besar. Hasil ini mendukung seduhan jahe sebagai pilihan terapi komplementer yang sederhana, terjangkau, dan praktis dalam pelayanan antenatal di praktik pelayanan kebidanan tingkat pertama, khususnya untuk pengelolaan emesis gravidarum ringan hingga sedang.