PEMBERIAN EDUKASI KEPADA IBU HAMIL DAN IBU BALITA SERTA PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.5281/wa1tev32Keywords:
Edukasi Gizi, Ibu Hamil , Ibu BalitaAbstract
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah dalam waktu tiga tahun terakhir. Stunting memiliki dampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas dan kualitas hidup anak yang menjadi masa depan bangsa Indonesia. Upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting menjadi penting karena anak yang sehat dan tumbuh secara optimal merupakan investasi bagi tercapainya Indonesia Emas di tahun 2045. Pencegahan stunting dimulai dari awal kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita tentang pemenuhan gizi dengan pemanfaatan bahan makanan sederhana serta pengukuran tinggi dan berat badan balita untuk memantau tumbuh kembangnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di salah satu Klinik Bersalin yang merupakan lokasi pelaksanaan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian kuesioner pretest kepada kelompok ibu hamil dan ibu balita sebanyak 40 orang, lalu memberikan edukasi mengenai gizi sebelum hamil, masa kehamilan, menyusui dan bayi balita. Evaluasi dilakukan satu minggu setelah dilakukan edukasi dengan post test dan pengukuran tumbuh kembang balita. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden ibu berusia 21–35 tahun sebanyak 24 orang (88%), mayoritas balita berusia 1–3 tahun sebanyak 12 orang (60%). Pendidikan terakhir ibu mayoritas berada pada tingkat pendidikan menengah (70%) dan sebagian besar merupakan ibu rumah tangga (85%). Hasil pengukuran menunjukkan tinggi badan balita berada pada rentang 62–74 cm dan berat badan 6,2–16,5 kg. Pengetahuan peserta mengenai gizi sebelum hamil, masa kehamilan, masa menyusui dan makanan tambahan pencegah stunting meningkat dari 15% pada pretest menjadi 73% pada post test. Seluruh peserta (100%) mendapatkan makanan tambahan dan pada kunjungan berikutnya peserta telah mampu melakukan pengolahan makanan tambahan secara mandiri di rumah.