PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWAT DALAM PENGKAJIAN DAN PENGELOLAAN BEBAN GEJALA MULTIDIMENSIONAL PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS: SCOPING REVIEW

Authors

  • Sri Wianti STIKES Panti Kosala Author
  • I Putu Juni Andika STIKES Panti Kosala Author
  • Lilik Sriwiyati STIKES Panti Kosala Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/s634ew69

Keywords:

hemodialysis, nurses, symptom assessment

Abstract

Symptom burden pada pasien hemodialisis bersifat kompleks dan multidimensional serta dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, fungsi sehari-hari, dan pengalaman perawatan. Meskipun perawat memiliki posisi strategis dalam mengenali dan merespons gejala, evidence mengenai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan pengkajian dan pengelolaan gejala secara berkesinambungan masih tersebar. Scoping review ini bertujuan memetakan cakupan dan karakteristik evidence mengenai pengetahuan dan keterampilan perawat dalam pengkajian dan pengelolaan multidimensional symptom burden pada pasien hemodialisis. Review dilakukan menggunakan metodologi scoping review JBI dan dilaporkan sesuai PRISMA-ScR. Pencarian dilakukan pada Scopus, PubMed, dan Web of Science, kemudian dilakukan deduplikasi dan skrining judul, abstrak, serta full-text menggunakan Rayyan. Data diekstraksi secara terstruktur dan disintesis melalui pemetaan deskriptif, kategorisasi, dan sintesis naratif. Sebanyak 19 studi diikutsertakan dalam sintesis akhir. Studi yang teridentifikasi menunjukkan bahwa beban gejala pada pasien hemodialisis tidak terbatas pada keluhan fisik dan fisiologis. Aspek psikologis atau emosional, status cairan, akses vaskular, dan pendekatan pengkajian multidimensional juga muncul dalam evidence yang dipetakan. Pada sejumlah studi, kemampuan perawat terlihat dari cara mereka mengenali dan mengkaji gejala, memantau perubahan kondisi, serta menggunakan instrumen pengkajian dan patient-reported outcome measures. Hasil pengkajian kemudian mendukung dokumentasi, komunikasi, edukasi, intervensi, eskalasi atau rujukan, serta pengkajian ulang. Kompetensi tersebut berkaitan dengan pengetahuan, pelatihan, pengalaman klinis, kepercayaan diri, clinical reasoning, serta kondisi organisasi dan alur kerja. Evidence lebih sering menggambarkan kemampuan perawat mengenali, mengukur, dan memantau gejala. Sebaliknya, penerjemahan hasil pengkajian ke dalam interpretasi klinis, pengambilan keputusan, tindakan, eskalasi, dan pengkajian ulang masih terbatas. Secara keseluruhan, evidence belum memberikan gambaran yang konsisten mengenai kompetensi perawat sebagai proses assessment-to-action yang terintegrasi. Kesenjangan terutama terlihat pada penerapan pengetahuan dan keterampilan untuk menghubungkan hasil pengkajian dengan clinical reasoning, respons keperawatan, dan pengkajian ulang. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan pendekatan berbasis kompetensi dan strategi implementasi untuk mendukung integrasi proses tersebut dalam praktik hemodialisis.

Downloads

Published

2026-09-07

Issue

Section

Articles