PEMAHAMAN PRINSIP KEGAWATDARURATAN BENCANA DENGAN SELF-EFFICACY BASIC LIFE SUPPORT BERDASARKAN PEDOMAN AHA 2025 PADA PERAWAT: STUDI CROSS-SECTIONAL MULTISITE
DOI:
https://doi.org/10.5281/djy3nq65Keywords:
Disaster Emergency Response, Basic Life Support, Self-EfficacyAbstract
Pendahuluan: Kesiapan perawat dalam menghadapi kegawatdaruratan bencana memerlukan penguasaan prinsip penanganan kegawatdaruratan sekaligus keyakinan terhadap kemampuan diri dalam melakukan intervensi penyelamatan jiwa. Meskipun kedua aspek tersebut berperan penting dalam kesiapsiagaan tenaga kesehatan, hubungan antara pemahaman prinsip kegawatdaruratan bencana dan self-efficacy dalam melakukan Basic Life Support (BLS), khususnya berdasarkan Pedoman American Heart Association (AHA) 2025, masih perlu dikaji pada populasi perawat dengan cakupan multisitus. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pemahaman prinsip penanganan kegawatdaruratan bencana dan self-efficacy BLS pada perawat berdasarkan Pedoman AHA 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 609 perawat yang direkrut melalui purposive sampling dari 55 institusi pelayanan kesehatan di Indonesia, meliputi rumah sakit pemerintah dan swasta, fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, klinik, dan institusi pendidikan tinggi. Pemahaman prinsip penanganan kegawatdaruratan bencana dan self-efficacy BLS diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan konstruk penelitian dan acuan Pedoman AHA 2025. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebanyak 59,8% responden memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai prinsip penanganan kegawatdaruratan bencana, sedangkan 60,3% menunjukkan self-efficacy BLS yang sangat tinggi. Analisis Spearman menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara pemahaman prinsip penanganan kegawatdaruratan bencana dan self-efficacy BLS (ρ = 0,834; p < 0,001; n = 609). Temuan ini menunjukkan bahwa perawat dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi cenderung memiliki self-efficacy BLS yang lebih tinggi. Simpulan: Pemahaman prinsip penanganan kegawatdaruratan bencana memiliki hubungan positif yang sangat kuat dengan self-efficacy BLS pada perawat. Temuan ini mendukung pentingnya pendekatan pendidikan dan pengembangan kompetensi yang mengintegrasikan penguasaan prinsip kegawatdaruratan dengan penguatan keyakinan diri dalam pelaksanaan BLS, terutama dalam konteks kesiapsiagaan menghadapi situasi kegawatdaruratan dan bencana.