MODEL INTERVENSI BEHAVIOR DIGITAL SISTEM TERINTEGRASI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KESEHATAN IBU HAMIL ( SITIKOM) DALAM PENGENDALIAN RESIKO GESTASIONAL DIABETES MILETUS DI KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.5281/xh0p0g40Keywords:
Diabetes Melitus Gestasional SITIKOM, Social Cognitive Theory , Information MotivationAbstract
Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan komplikasi kehamilan dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Pencegahan DMG memerlukan perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor psikososial dan keterampilan perilaku. Namun, intervensi digital yang mengintegrasikan teori perubahan perilaku untuk pencegahan DMG masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model intervensi digital SITIKOM berbasis integrasi Social Cognitive Theory (SCT) dan Information-Motivation-Behavioral Skills (IMB) untuk pengendalian risiko DMG. Penelitian terdiri atas tiga tahap. Tahap I menggunakan desain cross-sectional pada 400 ibu hamil trimester II di Kota dan Kabupaten Kediri. Tahap II merupakan pengembangan aplikasi SITIKOM. Tahap III menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT) pada 400 ibu hamil trimester III yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=200) dan kelompok kontrol (n=200). Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), paired t-test, dan independent t-test. Self-regulation berpengaruh signifikan terhadap self-efficacy (β=5,65; p<0,001). Self-efficacy, social support, information, dan motivation berpengaruh signifikan terhadap behavioral skills, yang selanjutnya berpengaruh terhadap perilaku pencegahan DMG (β=−1,16; p=0,028). Intervensi SITIKOM secara signifikan meningkatkan social support, self-regulation, self-efficacy, information, motivation, behavioral skills, serta perilaku pencegahan DMG (p<0,05). SITIKOM efektif dalam memperkuat faktor psikososial dan perilaku pencegahan DMG pada ibu hamil. Integrasi SCT dan IMB dalam satu intervensi digital menjadi kebaruan penelitian dengan menghubungkan faktor psikososial, keterampilan perilaku, dan tindakan pencegahan. SITIKOM berpotensi mendukung ibu hamil dalam membangun perilaku sehat, membantu tenaga kesehatan dalam edukasi dan pemantauan, serta memperkuat program promotif-preventif Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Pengembangan selanjutnya diarahkan pada integrasi sistem informasi kesehatan dan implementasinya secara lebih luas.