EFFECT OF PROPYLENE GLYCOL ON THE RELEASE PROFILE OF TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) NADES CREAM

Authors

  • Sabrina Dahlizar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia Author
  • Nadine Hasna Naissa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia Author
  • Gerard Lee L. See University of San Carlos, Philippines Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/qm785b94

Keywords:

Curcuminoids, Cream, Natural Deep Eutectic Solvent Propylene Glycol

Abstract

Radiasi ultraviolet dapat menyebabkan stres oksidatif dan mengganggu fungsi sawar kulit. Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) mengandung kurkuminoid dan xanthorrhizol yang memiliki aktivitas antioksidan dan fotoprotektif. Namun, kelarutan kurkuminoid yang rendah dalam air dapat membatasi pelepasannya dari sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi propilen glikol terhadap karakteristik fisik dan profil pelepasan in vitro krim yang mengandung ekstrak rimpang temulawak berbasis Natural Deep Eutectic Solvent (NADES). Ekstrak rimpang temulawak diperoleh melalui ekstraksi berbantu ultrasonik menggunakan pelarut Natural Deep Eutectic Solvent kolin klorida-gliserol yang mengandung 20% air. Ekstrak dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy, Gas Chromatography-Mass Spectrometry, dan spektrofotometri ultraviolet-visible. Krim diformulasikan dengan propilen glikol 0%, 15%, dan 20%, kemudian dievaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, serta pelepasan in vitro menggunakan sel difusi Franz dengan membran dialisis sintetis. Semua formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik berupa homogenitas yang memadai, tipe emulsi minyak dalam air, dan pH yang sesuai untuk aplikasi kulit. Peningkatan konsentrasi propilen glikol secara signifikan meningkatkan pelepasan kurkuminoid. Formula dengan 20% propilen glikol menghasilkan pelepasan kumulatif tertinggi sebesar 146,37 ± 1,60 µg/cm² dan fluks puncak sebesar 24,39 ± 0,27 µg/cm²/jam. Analisis kinetika menunjukkan model pelepasan orde pertama dengan mekanisme transport non-Fickian yang dikendalikan oleh difusi dan erosi matriks. Karakterisasi ekstrak mengonfirmasi keberadaan kurkuminoid dan xanthorrhizol sebagai senyawa bioaktif utama. Propilen glikol efektif meningkatkan pelepasan kurkuminoid dari formulasi krim temulawak berbasis Natural Deep Eutectic Solvent melalui peningkatan solubilisasi dan difusi. Formula yang mengandung 20% propilen glikol menunjukkan profil pelepasan terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran topikal untuk aplikasi fotoprotektif.

Downloads

Published

2026-09-07

Issue

Section

Articles