PENERAPAN KRUSKAL WALLIS DALAM MENGANALISIS PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.5281/j7vbkt85Keywords:
Kruskal Wallis , Contraception, Reproductive age CouplesAbstract
Analisis data pada kelompok yang memiliki karakteristik berbeda memerlukan pemilihan metode statistik yang tepat, karena penggunaan metode yang tidak tepat dalam sebuah analisis akan menghasilkan intepretasi dan pengambilan keputusan yang salah. Kruskal Wallis merupakan metode nonparametrik yang menggunakan peringkat data untuk menguji perbedaan lebih dari dua kelompok. Pada pasangan usia subur di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki data karakteristik heterogen terkait penggunaan kontrasepsi hal ini dapat diketahui karena memiliki ketimpangan sosial, ekonomi serta keragaman budaya yang akan mempengaruhi kesejahteraan wilayah. salah satu upaya untuk medapatkan kesejahteraan tersebut dengan pengendalian jumlah penduduk yang termasuk dalam pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menjadi bukti yang terukur dan sistematis dalam membuat dasar penyusunan pelayanan keluarga berencana yang lebih merata, tepat sasaran dan responsif terhadap keragaman lokal serta mampu meningkatkan akses dan keberlanjutan penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari badan pusat statistik tahun 2023 yang terdiri dari 23 kabupaten atau kota di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari tujuh metode kontrasepsi yaitu suntik, implant, pil, IUD, MOW, MOP dan Kondom sebagai variabel Independen. Hasil dengan uji Kruskal Wallis menemukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata dalam jenis penggunaan kontrasepsi (p=0,000). Metode suntik dan implant sebagai kontrasepsi hormonal memiliki pemanfaatan yang lebih tinggi di masyarakat jika dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perlunya menjamin pasokan kontrasepsi hormonal sebagai upaya menekan angka kehamilan tidak terencana serta dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur