HOME VISIT: IMPLEMENTASI TERAPI AKUPRESURE PADA REMAJA TUBERKULOSIS DALAM MENGATASI MUAL DAN MUNTAH EFEK OAT
DOI:
https://doi.org/10.5281/ehmdek68Keywords:
Acupressure, Home Visit, Nausea and VomitingAbstract
Tuberkulosis (Tb) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru dan menimbulkan gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, serta gangguan sistem pernapasan. Meskipun penyakit ini dapat diobati melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama kurang lebih 6 bulan atau lebih, Tb masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia (Novitasari et al., 2024). Penyakit infeksi ini memerlukan pengobatan jangka panjang. Obat anti tuberkulosis dapat menimbulkan mual dan muntah yang memengaruhi kenyamanan, nafsu makan, dan kepatuhan pengobatan. Penatalaksanaan yang umum dilakukan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pemberian obat anti mual, namun penggunaan terapi farmakologis berpotensi menambah beban konsumsi obat dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien (Novitasari et al., 2024).Akupressur merupakan tindakan non farmakologis sebagai salah satu alternatif yang banyak digunakan untuk mengatasi mual dan muntah tanpa efek samping. Mekanisme kerja akupresur terjadi melalui stimulasi titik akupunktur yang mengaktivasi sel mast dan serabut saraf sehingga merangsang pelepasan endorfin endogen yang berperan dalam memberikan efek antiemetik Tujuan karya ilmiah ini Adalah untuk mengetahui implementasi terapi akupresur melalui home visit mengatasi mual dan muntah akibat efek samping obat anti tuberkulosis pada remaja dengan tuberkulosis. Metode: Studi kasus yang dilakukan pada seorang remaja perempuan berusia 17 tahun dengan tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan fase awal. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching. Akupresur diberikan pada titik Pericardium 6 dan Stomach 36 selama ±15 menit selama tiga hari berturut-turut. Hasil: Skor mual dan muntah menurun dari skor 14 sebelum implementasi, menjadi skor 12 pada hari pertama, skor 8 pada hari kedua, dan skor 4 pada hari ketiga. Pasien juga melaporkan mual dan muntah berkurang, nafsu makan meningkat, serta merasa lebih nyaman. Kesimpulan: implementasi terapi akupresur melalui home visit menunjukkan penurunan mual dan muntah akibat efek samping obat anti. tuberkulosis pada remaja dengan tuberkulosis.