PERBEDAAN KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE PADA REMAJA DENGAN DISMENORE DAN TANPA DISMENORE
DOI:
https://doi.org/10.5281/djm05p95Keywords:
Superoxide dismutase, Primary dysmenorrhea , AdolescentsAbstract
Dismenore primer merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kehadiran di sekolah, sehingga berpotensi menghambat proses pembelajaran. Secara biologis, dismenore primer berkaitan dengan peningkatan kontraksi uterus yang menyebabkan vasospasme arteriol, iskemia, dan peningkatan pembentukan radikal bebas. Superoxide dismutase merupakan enzim antioksidan yang berperan sebagai pertahanan primer terhadap stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar superoxide dismutase pada remaja dengan dismenore dan tanpa dismenore. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional comparative yang dilaksanakan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada Mei–Juli 2014. Sampel penelitian terdiri atas 68 remaja, masing-masing 34 remaja dengan dismenore dan 34 remaja tanpa dismenore. Kadar superoxide dismutase diperiksa menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay, kemudian data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar superoxide dismutase pada remaja dengan dismenore adalah 36,76 U/mL, sedangkan pada remaja tanpa dismenore adalah 32,24 U/mL. Meskipun kadar superoxide dismutase tampak lebih tinggi pada kelompok dismenore, perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (p=0,345). Dengan demikian, tidak ditemukan perbedaan bermakna kadar superoxide dismutase antara remaja dengan dismenore dan tanpa dismenore. Temuan ini mengindikasikan bahwa superoxide dismutase sebagai biomarker tunggal belum cukup menggambarkan kompleksitas stres oksidatif pada dismenore primer. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar, mengendalikan faktor perancu, menstandarkan fase siklus menstruasi, serta mengevaluasi panel biomarker secara simultan, khususnya malondialdehyde sebagai indikator peroksidasi lipid dan total antioxidant status sebagai gambaran kapasitas antioksidan, agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme biologis dismenore primer.