DISTRAKSI IMERSIF BERBASIS VIRTUAL REALITY: PENDEKATAN INOVATIF DALAM MANAJEMEN NYERI PROSEDURAL PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH PASCA OPERASI
DOI:
https://doi.org/10.5281/t323yj89Keywords:
Virtual Reality, Immersive Distraction, Procedural PainAbstract
Nyeri prosedural merupakan pengalaman yang sering dihadapi anak usia prasekolah pascaoperasi, terutama saat menjalani tindakan invasif seperti pengambilan darah, pemasangan infus, dan pemberian obat intravena. Keterbatasan kemampuan anak dalam memahami dan mengungkapkan nyeri dapat memicu kecemasan, ketakutan, serta respons negatif yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan pemulihan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi nonfarmakologis yang mampu menarik dan mempertahankan perhatian anak selama prosedur. Distraksi imersif berbasis Virtual Reality (VR) menghadirkan pengalaman visual interaktif yang berpotensi mengalihkan perhatian anak dari stimulus nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek distraksi imersif berbasis VR terhadap intensitas nyeri prosedural pada anak usia prasekolah pascaoperasi. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-eksperimental dengan posttest-only control group design. Populasi terdiri atas 175 pasien anak prasekolah pascaoperasi yang menjalani prosedur invasif pada periode Juli-September 2025, sedangkan penelitian dilaksanakan pada November 2025-Januari 2026 di RSAB Harapan Kita. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan 36 anak yang terdiri atas 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Besaran sampel ditentukan menggunakan Rumus Federer dan ditambah 10% untuk mengantisipasi drop out. Kelompok intervensi diberikan distraksi VR selama prosedur, sedangkan kelompok kontrol memperoleh perawatan standar. Intensitas nyeri diukur menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal pada kelompok intervensi (p=0,022) dan kontrol (p=0,037), sehingga perbedaan dianalisis menggunakan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p=0,001; Z=-4,825), dengan effect size r=0,804 yang termasuk kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa distraksi imersif berbasis VR memiliki potensi kuat sebagai pendekatan nonfarmakologis dalam manajemen nyeri prosedural anak dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan selama prosedur invasif.