PENERAPAN TEKNIK HOFFMAN DAN PIJAT LAKTASI BERBASIS DIGITAL BREASTFEEDING TRACKER TERHADAP BREASTFEEDING SELF-EFFICACY DAN ANSIETAS IBU POST SEKSIO SESAREA : STUDI KASUS
DOI:
https://doi.org/10.5281/4jft1b50Keywords:
Breastfeeding Self-Efficacy, Hoffman Technique, Lactation MassageAbstract
Ibu post partum seksio sesarea sering mengalami hambatan menyusui akibat nyeri, keterbatasan mobilitas, masalah perlekatan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kecukupan ASI. Kondisi tersebut dapat menurunkan breastfeeding self-efficacy dan meningkatkan ansietas, sehingga diperlukan intervensi yang mudah diterapkan, serta mendukung aspek fisik maupun psikologis ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik Hoffman dan pijat laktasi berbasis digital breastfeeding tracker terhadap breastfeeding self-efficacy dan ansietas ibu post seksio sesarea. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada pasien post Sectio Caesarea hari ke 2 di Rumah Sakit, pada bulan April-Juni 2026. Intervensi diberikan teknik Hoffman dan pijat laktasi, dipandu menggunakan breastfeeding tracker digital selama 3 hari. Breastfeeding self-efficacy dan ansietas diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) dan Postpartum Specific Anxiety Scale (PSAS). Setelah intervensi, skor BSES-SF meningkat dari 38 menjadi 52 kategori tinggi. Skor PSAS menurun dari 28 menjadi 16 kategori ansietas ringan. Ibu mengatakan payudara lebih lemas, produksi ASI meningkat, dan lebih percaya diri dalam menyusui. Digital breastfeeding tracker membantu ibu memantau frekuensi dan durasi menyusui sehingga mengurangi kekhawatiran. Digital breastfeeding support melalui teknik Hoffman, pijat laktasi, dan breastfeeding tracker dapat menjadi intervensi keperawatan yang mendukung keberhasilan menyusui sekaligus kesehatan psikologis ibu post seksio sesarea.