EFEKTIVITAS EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGOBATAN SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DESA SARANG MANDI TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.5281/0mkp1a81Keywords:
Audio-Visual, Knowledge, ScabiesAbstract
Penyakit kulit yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah skabies yang menempati urutan ke tiga dari dua belas penyakit kulit. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk ke dalam 13 provinsi yang mempunyai prevalensi penyakit kulit di atas prevalensi nasional. Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei var hominis dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang signifikan di lingkungan pondok pesantren karena tingginya kepadatan hunian. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebanyak 52 dari 113 santri (44,82%) terjangkit skabies. Adanya stigma yang menganggap skabies sebagai hal biasa membuat santri cenderung mengabaikan penanganan tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan pengobatan skabies melalui media edukasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi media audio visual dalam meningkatkan pengetahuan pengobatan skabies pada santri Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Desa Sarang Mandi Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design dengan alat ukur kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel penelitian berjumlah 113 santri. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Bahrul Huda Sarang Mandi pada bulan September 2025-Juli 2026. Data penelitian diambil sebanyak dua kali yaitu pada waktu awal sebelum intervensi (pretest) dan 15 hari setelah intervensi (posttest) dengan membandingkan data pretest dan posttest. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi media audio visual mengenai pengobatan penyakit skabies dengan nilai siginifikansi yang didapatkan yaitu p-value 0,001 (<0,05). Nilai rata-rata pengetahuan posttest menunjukan hasil yang lebih besar dari nilai rata-rata pengetahuan pretest. Kesimpulannya adalah edukasi melalui media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengobatan skabies pada santri Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Bahrul Huda Desa Sarang Mandi.