HUBUNGAN PERSENTASE MASSA OTOT DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA MAHASISWA GIZI UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.5281/qsedbr24Keywords:
Muscle Mass, Body Dissatisfaction , University StudentsAbstract
Mahasiswa merupakan kelompok usia dewasa awal yang berada pada fase perkembangan yang dapat mempengaruhi cara individu memandang penampilan fisik. Ketidaksesuaian antara persepsi terhadap kondisi tubuh aktual dengan bentuk tubuh yang dianggap ideal dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap tubuh (body dissatisfaction). Kondisi tersebut menjadi perhatian pada kelompok mahasiswa karena berkaitan dengan perubahan perilaku makan dan upaya pengaturan berat badan yang kurang tepat. Body dissatisfaction tidak hanya dilihat dari berat badan atau kelebihan lemak, tetapi dapat dikaji kaitannya dengan komposisi tubuh, salah satu indikatornya yaitu persentase massa otot yang berkontribusi terhadap bentuk dan proporsi tubuh. Pemahaman hubungan massa otot dengan body dissatisfaction dapat mendukung pendekatan promosi kesehatan yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan persentase massa otot dengan body dissatisfaction pada mahasiswa Program Studi Gizi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada Mei hingga Juni 2024 di Universitas Aisyah Pringsewu. Populasi berjumlah 263 mahasiswa dan sampel berjumlah 93 diambil menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Goodman and Kruskal’s Gamma untuk variabel ordinal. Variabel dependen adalah body dissatisfaction diukur dengan angket Body Shape Questionnaire 34 (BSQ 34), variabel independen yaitu persentase massa otot diukur melalui komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan ethical clearance di Universitas Aisyah Pringsewu dengan nomor 125/UAP.OT/KEP/EC/2024. Persentase massa otot rendah dengan body dissatisfaction kategori rendah 3,6%; ringan 30,8%; sedang 42,9%; dan berat 45,5%. Hasil menunjukkan terdapat hubungan negatif yang kuat antara persentase massa otot dengan body dissatisfaction dengan Gamma = -0,687; p < 0,001. Proporsi massa otot kategori rendah meningkat seiring meningkatnya kategori body dissatisfaction. Pendekatan terhadap body dissatisfaction melalui komposisi tubuh perlu dipertimbangkan, khususnya massa otot, bukan hanya berat badan atau status gizi.