INTEGRASI KEARIFAN LOKAL SIRI’NA PACCE DALAM KEPERAWATAN TRANSKULTURAL: STUDI KUALITATIF PELAYANAN KESEHATAN DI MAKASSAR, INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.5281/pnqr4s45Keywords:
Siri’na Pacce , Keperawatan Transkultural, Kompetensi Budaya .Abstract
Latar Belakang:Integrasi kearifan lokal dalam asuhan keperawatan penting untuk meningkatkan kompetensi budaya, meminimalkan konflik budaya, dan mengoptimalkan hasil pelayanan kesehatan. Dalam budaya Bugis-Makassar, Siri’na Pacce merupakan nilai indigenos yang menekankan martabat, empati, dan solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Siri’na Pacce dalam praktik keperawatan transkultural serta dampaknya terhadap pelayanan kesehatan di Kota Makassar. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dilaksanakan di RSUD Haji dan RSI Faisal Makassar. Sebanyak 40 responden, terdiri atas 20 perawat dan 20 pasien, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, dan interpretasi tematik. Hasil: Sebanyak 60% perawat menyatakan setuju dan 40% sangat setuju terhadap penerapan Siri’na Pacce. Nilai Siri’ (martabat/privasi), Pacce (empati), Sipakatau (kemanusiaan), Amaseang (kasih sayang), Lempu’ (kejujuran), Adele’ (keadilan), dan Getteng (ketegasan profesional) diaktualisasikan dalam pelayanan. Sebanyak 80%–85% pasien menyatakan sangat setuju, terutama terkait kepercayaan, privasi, dan hubungan terapeutik. Kesimpulan: Integrasi Siri’na Pacce dalam keperawatan transkultural menjembatani nilai budaya lokal dengan standar profesional modern serta mendukung pelayanan yang adaptif, berpusat pada pasien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.