INTEGRASI CONTINUITY OF CARE, WOMAN-CENTRED CARE, DAN DIGITAL HEALTH DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEBIDANAN:SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.5281/bq4wa678Keywords:
Continuity of Care, Woman-Centred Care., Digital HealthAbstract
Transformasi pelayanan kebidanan modern menuntut model yang menjamin kesinambungan pelayanan (Continuity of Care), keterlibatan perempuan (Woman-Centred Care) dalam pengambilan keputusan, serta pemanfaatan teknologi digital (Digital Health) secara tepat, dalam upaya meningkatkan mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah peran Continuity of Care (CoC), Woman-Centred Care (WCC), dan Digital Health dalam bentuk model pelayanan kebidanan yang terintegrasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA 2020. Penelusuran Literatur melalui Scopus, PubMed/MEDLINE, Science Direct dan Google Scholar. Berdasarkan rekonstruksi alur seleksi, diperoleh 278 rekaman, sebanyak 48 duplikat dihapus, 230 rekaman menjalani skrining judul dan abstrak, 80 artikel dinilai berdasarkan teks lengkap 28 studi dimasukkan dalam sintesis kualitatif. Instrumen JBI, CASP, dan RoB 2 digunakan untuk menilai kualitas metodologi. Sintesis dilakukan secara tematik, dengan hasil tiga tema utama. Tema pertama, Continuity of Care, menunjukkan bahwa kesinambungan relasional, informasional, dan manajerial antara perempuan dan bidan dapat memperkuat koordinasi pelayanan, kepercayaan, pengalaman pelayanan, serta sejumlah outcome maternal dan neonatal. Tema kedua, Woman-Centred Care, menempatkan perempuan sebagai mitra aktif melalui penghormatan terhadap pilihan, otonomi, martabat, komunikasi, pemberian informasi, dan shared decision-making. Tema ketiga, Digital Health, menunjukkan potensi teknologi digital dalam memperluas akses, meningkatkan edukasi dan komunikasi, mendukung pemantauan, serta memperkuat koordinasi dan kesinambungan pelayanan. Kerangka konseptual Digital-Enabled Midwifery Continuity of Woman-Centered Care (DE-MCWCC) merupakan hasil integrasi ketiga tema tersebut. Dengan demikian, model tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar konseptual bagi pengembangan model pelayanan kebidanan yang terintegrasi dan berpusat pada perempuan.