TREND TERKINI PENGGUNAAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMANTAUAN KESEHATAN: TINJAUAN BIBLIOMETRIK
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.16066207Keywords:
artificial intelligence, bibliometrik, mHealth, pemantauan kesehatan, teknologiAbstract
Penggunaan artificial intelligence (AI) berkembang pesat menandai era baru inovasi layanan kesehatan. Hal ini mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari pendekatan reaktif ke proaktif. Selain bermanfaat, AI dapat menimbulkan masalah aksesibilitas, etika, dan keamanan data. Penelitian bertujuan melakukan analisis bibliometrik penggunaan teknologi AI dalam pemantauan kesehatan yang diterbitkan tahun 2020-2023 menggunakan VOSviewer.
Penelusuran literatur diperoleh dari scopus tanggal 12 Februari 2024, menggunakan kata kunci 'artificial AND intelligence' OR 'computational AND intelligence' OR 'machine AND intelligence' AND 'health AND monitoring'. Pencarian awal ditemukan 4380 artikel, jenis publikasi dibatasi pada review dan artikel terdapat 2708, dan terakhir menggunakan Bahasa Inggris terdapat 2589 artikel. VOSviewer dan analisis scopus untuk menganalisis negara, institusi, penulis, sitasi, jurnal terbanyak disitasi, dan kata kunci.
Amerika Serikat memiliki jumlah publikasi terbanyak. Mechanical Systems and Signal, jurnal berpengaruh dan terbanyak disitasi. Institusi memublikasikan penelitian terbanyak adalah Ministry of Education of the People’s Republic of China. Achandra U. Rajendra penulis artikel terbanyak dan berkontribusi signifikan terhadap penelitian AI dalam pemantauan kesehatan. Penelitian medicine (18,8%) merupakan area subjek terbanyak. Jenis perangkat seperti telemedicine, mHealth, data science, dan integrasi AI; manfaat, dan aspek etika merupakan topik yang dibahas.
Analisis bibliometrik menunjukkan peningkatan penelitian AI dalam tiga tahun terakhir. Penelitian dan publikasi lebih banyak di negara maju berupa penelitian medicine. Penggunaan teknologi lebih efisien dan efektif namun dapat menimbulkan masalah etika. Temuan ini menjadi pedoman penting untuk penelitian di masa depan. Penelitian lebih lanjut perlu mengembangkan model pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan menyelaraskan manfaat teknologi dengan aspek kemanusiaan.