EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI BERBASIS M-HEALTH TERHADAP PENGETAHUAN, PRAKTIK GIZI, DAN STATUS GIZI IBU DAN ANAK DALAM PENCEGAHAN STUNTING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.5281/79j2cr81Keywords:
m-health, edukasi gizi, praktik giziAbstract
Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, sehingga penguatan pengetahuan dan praktik gizi ibu sejak masa kehamilan hingga periode pemberian makanan pendamping ASI menjadi krusial untuk mendukung pertumbuhan optimal anak pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pemanfaatan mobile health (m-health) menjadi alternatif edukasi gizi yang mudah diakses, fleksibel, dan berkelanjutan bagi ibu dengan keterbatasan waktu dan akses layanan kesehatan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi gizi berbasis m-health terhadap pengetahuan, praktik gizi, dan status gizi ibu dan anak dalam pencegahan stunting. Systematic literature review dilakukan melalui penelusuran basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan mengidentifikasi 2.411 artikel awal yang terdiri atas 52 artikel dari PubMed, 829 dari ScienceDirect, dan 1.530 dari Google Scholar. Artikel disaring berdasarkan kesesuaian topik, populasi, jenis intervensi, desain penelitian, dan outcome yang diukur; 22 artikel dinilai melalui telaah full-text, dan 10 studi memenuhi kriteria untuk disintesis secara naratif. Hasil review menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis m-health, baik melalui aplikasi seluler interaktif, pesan WhatsApp, video edukasi, maupun platform media sosial, secara konsisten cenderung meningkatkan pengetahuan, sikap, praktik gizi, dan perilaku kesehatan ibu. Intervensi berbasis aplikasi untuk edukasi makanan pendamping ASI turut menunjukkan perbaikan indikator weight-for-height, penurunan wasting, peningkatan keragaman makanan, serta ketepatan waktu pemberian MP-ASI pada anak. Namun demikian, dampak terhadap status gizi menunjukkan variasi antarstudi, dan bukti mengenai penurunan prevalensi stunting secara langsung masih terbatas, terutama akibat variasi desain penelitian, durasi intervensi yang relatif singkat, ukuran sampel kecil, serta risiko bias metodologis pada sebagian besar studi. m-Health berpotensi menjadi strategi inovatif dalam edukasi gizi ibu dan anak untuk mendukung pencegahan stunting, terutama melalui peningkatan pengetahuan dan praktik gizi. Intervensi digital yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan pendampingan berbasis komunitas diperlukan untuk memperkuat dampaknya terhadap status gizi dan penurunan prevalensi stunting secara nyata di tingkat populasi.