PENGARUH PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR PADA IBU MENYUSUI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI
DOI:
https://doi.org/10.5281/qs38jd86Keywords:
Berat Badan Bayi , Puding Daun Kelor , ASI EksklusifAbstract
Pendahuluan: Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, hanya 49,8% ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, padahal kegagalan ASI eksklusif berdampak pada kondisi fisik dan psikologis bayi. Salah satu faktor penyebabnya adalah status gizi ibu yang kurang terpenuhi. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung protein, vitamin, mineral, serta senyawa fitosterol (kampesterol, stigmasterol, β-sitosterol) yang bersifat laktagogum dan berpotensi meningkatkan produksi serta kualitas ASI. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian puding daun kelor pada ibu menyusui terhadap peningkatan berat badan bayi. Metode: Penelitian menggunakan desain Kuasi Eksperimental pretest and posttest dengan control grup. Berat badan bayi diukur pada hari pertama dan hari ketujuh. Kelompok eksperimen diberi puding daun kelor 100 gram/hari selama 7 hari, kelompok kontrol diberi perawatan standar. Sampel berjumlah 36 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan (18 orang tiap kelompok), dipilih secara purposive sampling, dan dianalisis dengan uji Paired T-test serta Mann-Whitney. Hasil: Rata-rata berat badan bayi kelompok perlakuan meningkat dari 5850 gram menjadi 6118 gram (p<0,001). Kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan tercatat 206 gram lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (kenaikan rata-rata 62 gram, p<0,001). Kesimpulan: Pemberian puding daun kelor signifikan meningkatkan berat badan bayi, sehingga dapat menjadi alternatif intervensi gizi untuk mendukung keberhasilan menyusui.