HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN KELUARGA, PENGETAHUAN GIZI IBU DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA DESA PENITI DALAM I UPT PUSKESMAS SEGEDONG KABUPATEN MEMPAWAH

Authors

  • Suaebah Poltekkes Kemenkes Pontianak Author
  • Isma Indah Kurnia Poltekkes Kemenkes Pontianak Author
  • Jonni Syah R. Purba Poltekkes Kemenkes Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/s0scqy72

Keywords:

Family income, Maternal nutrition knowledge, Diatery patterns

Abstract

Status gizi balita usia 24-59 bulan merupakan indikator penting derajat kesehatan masyarakat karena periode ini menentukan pertumbuhan fisik, kematangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak di masa depan. Masalah gizi kurang masih menjadi tantangan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Segedong, Kabupaten Mempawah, yang diduga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi keluarga, tingkat pengetahuan gizi ibu, dan pola makan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu, dan pola makan dengan status gizi balita usia 24–59 bulan di Desa Peniti Dalam I, wilayah kerja UPT Puskesmas Segedong, Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi sebanyak 196 balita, dengan besar sampel 36 balita yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire, dan pengukuran antropometri berat badan, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square. Balita dengan status gizi baik lebih banyak pada keluarga berpendapatan tinggi (65,0%), sedangkan pada balita dengan status gizi salah lebih banyak ditemukan pada keluarga berpendapatan rendah (81,2) dan balita dengan status gizi baik lebih banyak pada ibu dengan pengetahuan gizi baik (60,0%) sedangkan pada balita dengan status gizi salah lebih banyak pada ibu dengan pengetahuan gizi kurang (75,0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga (p=0,006) dan pengetahuan gizi ibu (p=0,036) berhubungan signifikan dengan status gizi balita, sedangkan pola makan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,418). Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi rumah tangga dan literasi gizi ibu menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan status gizi balita di lokasi penelitian.

Downloads

Published

2026-09-07

Issue

Section

Articles