HUBUNGAN STATUS GIZI DAN ANEMIA DENGAN KONSENTRASI SISWA KELAS V YANG MENDAPAT SARAPAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)
DOI:
https://doi.org/10.5281/e3asyc07Keywords:
Anemia, Konsentrasi, Sarapan, Siswa, Status GiziAbstract
Anak usia sekolah di Indonesia masih menghadapi masalah gizi dan anemia dengan prevalensi tinggi; Riskesdas 2018 mencatat prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8%. Status gizi dan anemia yang buruk dapat menurunkan konsentrasi, prestasi belajar, dan kebugaran anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dan anemia dengan tingkat konsentrasi siswa kelas V (lima) yang menerima sarapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional ini dilakukan pada 82 siswa kelas V SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, pada Mei 2025, setelah siswa menerima sarapan MBG selama tiga bulan. Status gizi dinilai melalui Indeks Massa Tubuh (IMT), status anemia melalui kadar hemoglobin (Hb), dan tingkat konsentrasi melalui Grid Concentration Test; hubungan antarvariabel dianalisis dengan uji Korelasi Spearman dan regresi linier. Sebanyak 35,4% siswa mengalami anemia, 52,4% berstatus gizi kurang, dan 67,1% memiliki tingkat konsentrasi kurang. Status gizi berhubungan signifikan secara negatif dengan tingkat konsentrasi (p<0,05), sedangkan status anemia tidak (p>0,05). Model regresi linier gabungan status gizi dan anemia terhadap konsentrasi menjelaskan variasi yang sangat lemah (R²=0,051) dan tidak signifikan secara keseluruhan (p=0,126). Temuan ini menunjukkan bahwa status gizi lebih berperan dibanding anemia terhadap konsentrasi siswa penerima MBG, sehingga program tersebut perlu disertai edukasi gizi dan pemantauan berkala, bukan hanya penyediaan makanan.