PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS GUNUNGSITOLI
DOI:
https://doi.org/10.5281/5g4f9f15Keywords:
Health Education, Community Knowledge, Dengue Prevention, Disease ControlAbstract
Kasus Demam Berdarah Dengue hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Tingkat penularan penyakit ini berbanding lurus dengan kemampuan warga dalam mengenali faktor risiko dan menerapkan langkah pencegahan secara mandiri. Minimnya pemahaman mengenai penyebab utama, cara penularan, serta gejala awal penyakit sering kali menghambat upaya pengendalian di tingkat keluarga. Oleh sebab itu, edukasi berkesinambungan melalui penyuluhan hadir sebagai langkah preventif untuk memperkuat kapasitas warga dalam memutus mata rantai penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penyuluhan kesehatan memengaruhi tingkat pengetahuan warga tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Puskesmas Gunungsitoli. Studi kuantitatif ini menerapkan desain pra-eksperimental dengan metode uji awal dan akhir pada satu kelompok pengamatan. Terdapat 90 warga Desa Mudik yang dilibatkan sebagai responden melalui teknik pengambilan sampel bertujuan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang diberikan sebelum dan sesudah sesi edukasi berlangsung. Analisis data dilakukan dengan uji beda rata-rata berpasangan pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis memperlihatkan adanya peningkatan skor pengetahuan warga yang bermakna setelah mengikuti sesi penyuluhan. Nilai rata-rata pengetahuan pada tahap awal tercatat sebesar 49,56 (simpangan baku 15,35), kemudian meningkat secara tajam menjadi 77,18 (simpangan baku 15,83) pada tahap akhir. Terdapat kenaikan rata-rata sebesar 27,63 poin atau setara dengan 55,8 persen dari skor dasar sebelumnya. Uji statistik menghasilkan nilai probabilitas di bawah 0,001, membuktikan bahwa intervensi edukasi berhasil meningkatkan pemahaman responden secara nyata. Sebagai simpulan, kegiatan penyuluhan terbukti sangat efektif dalam memperluas wawasan dan kesadaran masyarakat terkait penyakit demam berdarah beserta cara mencegahnya. Temuan ini secara langsung menegaskan pentingnya program edukasi kesehatan berbasis komunitas sebagai instrumen strategis yang berkelanjutan untuk pengendalian penyakit menular. Kegiatan edukasi semacam ini sebaiknya diintegrasikan dengan program pemberantasan sarang nyamuk secara rutin demi mengoptimalkan perlindungan kesehatan lingkungan sekitar.