MODEL NIAT PENCEGAHAN PERNIKAHAN ANAK OLEH ORANG TUA BERBASIS TEORY OF PLANNED BEHAVIOR (TPB) PADA MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN PIDIE

Authors

  • Idawati Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Author
  • Nur Mala Sari Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Author
  • Tetty Purba Sari Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Author
  • Silvia Nova Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Author
  • Yuliana Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/2tm9t842

Keywords:

Child marriage , Coastal communities , Parents, Preventive measures , Theory of Planned Behavior

Abstract

Pernikahan anak memiliki konsekuensi negatif baik bagi remaja maupun lingkungannya. Pernikahan anak merupakan pelanggaran serius hak asasi manusia, mengganggu pendidikan, beresiko dalam hal kesehatan reproduksi yang dapat menjadi hambatan berat bagi kesehatan anak perempuan yang belum mencapai kematangan dan kemampuan untuk bereproduksi. Belum tersedianya model berbasis teori perilaku yang secara spesifik dapat mengintervensi orang tua dalam membentuk niat pencegahan pernikahan anak pada masyarakat pesisir yang memiliki karakteristik sosial, budaya, dan ekonomi yang khas. Penelitian ini bertujuan menganalisis model niat pencegahan pernikahan anak oleh orang tua berbasis Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitan dengan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada 194 orang tua yang memiliki remaja usia 10-18 tahun di Kabupaten Pidie sejak Agustus s/d Desember tahun 2025. Penelitian tahap 1 variabel yang diteliti meliputi : karakteristik, nilai kehidupan, interaksi sosial, pengalaman, sikap, norma subjektif, kontrol, pengetahuan dan niat. Analisis data menggunakan uji model SEM-PLS. Penelitian tahap II melakukan kegiatan FGD dengan pihak terkait yaitu Dinas  Kesehatan, pihak kecamatan, mahkamah syar’iyah dan KUA, DP3AKB, dokter spesialis kandungan, psikolog, bidan, kader dan kepala desa. Penelitan tahap I menunjukkan adanya pengaruh variabel yang paling kuat terhadap niat yaitu sikap dan norma subjektif dengan nilai koefisiensi (0,342) dan (0,204), sedangkan nilai kehidupan (0,056) interaksi sosial (0,063), pengalaman orang tua (0,053) pengetahuan (0,069), variabel karakteristik (0,188) dan kontrol (0,158) memiliki kekuatan pengaruh berdasarkan nilai koefesiensi struktural yang lemah namun tetap relevan. Temuan pada penelitian ini adalah terbentuknya model baru dari TPB dengan penambahan variabel pengetahuan yang memiliki pengaruh signifkan terhadap niat pencegahan pernikahan anak. Penelitian tahap II menghasilkan modul dan buku pegangan pencegahan pernikahan anak. Model ini menunjukkan bahwa seluruh variabel pembentuk niat memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga dapat menjelaskan faktor-faktor yang berperan dalam membentuk niat orang tua untuk mencegah pernikahan anak.

Downloads

Published

2026-09-07

Issue

Section

Articles