VASOWARM: INOVASI KAUS KAKI TERAPI HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER
DOI:
https://doi.org/10.5281/hf4wew02Keywords:
VASOWARM , Warm therapy socks , Hypertension , Blood pressure , Health innovationAbstract
Latar Belakang: Hipertensi adalah faktor risiko utama yang semakin meningkat untuk penyakit jantung dan system pembuluh darah di Indonesia. Penanganan tanpa obat, seperti merendam kaki di dalam air hangat, terbukti mampu menurunkan tekanan darah melalui pelebaran pembuluh darah dan melancarkan aliran darah. Produk inovatif berupa kaus kaki terapi hangat bernama VASOWARM dikembangkan untuk memberikan solusi yang lebih praktis dan dapat dilakukan secara mandiri dalam mengelola hipertensi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek penggunaan VASOWARM terhadap penurunan tekanan darah bagi penderita dengan hipertensi primer. Selain itu, juga membandingkan perubahan tekanan darah dengan kelompok kontrol. Metode: Studi ini menerapkan desain kuasi-eksperimen dengan model pretest-posttest. Sebanyak 72 penderita hipertensi primer dikelompkkan menjadi dua, yaitu kelompok intervensi dan kelompok perlakuan. Penggunaan VASOWARM selama 15–20 menit dilakukan oleh kelompok intervensi, dua kali seminggu dengan waktu tiga minggu, sementara kelompok perlakuan hanya beristirahat tanpa adanya perlakuan khusus. Baik sebelum dan sesudah intervensi, tekanan darah diukur dengan tensi digital. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney antar kelompok dan Wilcoxon untuk kelompok masing-masing, dengan nilai signifikansi p <0,05. Hasil: Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan VASOWARM memberikan dampak penurunan tekanan darah yang substansial pada kelompok yang diintervensi. Rata-rata tekanan darah sistolik mengalami penurunan nilai awal 152,50 mmHg menjadi 140,00 mmHg (p=0,001), sedangkan tekanan darah diastolik berkurang dari 92,50 mmHg menjadi 90,00 mmHg (p=0,009). Tidak menunjukkan perubahan yang berarti pada kelompok kontrol, dengan tekanan darah sistolik dari 151,83 mmHg menjadi 149,44 mmHg (p=0,112) dan diastolik dari 92,22 mmHg menjadi 91,94 mmHg (p=0,732). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang substansial terhadap perubahan tekanan darah sistolik (p<0,001) dan diastolik (p=0,009) antara grup intervensi maupun kontrol. Kesimpulan: Penggunaan VASOWARM terbukti efektif menurunkan tekanan darah secara nyata terhadap penderita hipertensi primer. Implikasi: VASOWARM dapat menjadi pilihan praktis nonfarmakologis untuk mendukung pengelolaan hipertensi dan perawatan mandiri di rumah.