FORMULASI DAN EVALUASI SERUM RAMBUT ROLL-ON KOMBINASI MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccanus L.) DAN ESKTRAK PEGAGAN (Cetella asiatica L.) SEBAGAI STIMULAN PERTUMBUHAN RAMBUT PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE-DAWLEY (Rattus norvegicus)
DOI:
https://doi.org/10.5281/nhj5nk44Keywords:
Ekstrak Pegagan , Minyak Kemiri, Pertumbuhan Rambut, Serum Rambut Roll-OnAbstract
Kerontokan rambut merupakan permasalahan dermatologis universal yang berdampak signifikan terhadap aspek psikososial, estetika dan kualitas hidup baik pria maupun wanita dari berbagai kelompok usia. Pengobatan konvensional seperti minoksidil dan finasteride masih dikaitkan dengan berbagai efek samping seperti iritasi kulit kepala, disfungsi seksual dan peningkatan resiko kanker prostat sehingga mendorong minat yang tinggi dalam penggunaan bahan alam untuk mengatasi kerontokan rambut. Minyak kemiri (Aleurites moluccanus L.) dan ekstrak pegagan (Centella asiatica L.) diketahui mengandung senyawa aktif yang berpotensi menstimulasi pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi serum rambut roll-on kombinasi minyak kemiri dan ekstrak pegagan serta menguji efektivitasnya pertumbuhan rambut pada tikus putih jantan galur Sprague-Dawley. Minyak kemiri diperoleh menggunakan metode cold press, sedangkan ekstrak pegagan diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%. Serum diformulasikan menjadi F0 (sebagai basis), F1 (1%:2%), F2 (3%:3%) dan F3 (5%:4%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, iritasi, dan hedonik. Uji efektivitas dilakukan selama 28 hari menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, F1, F2, F3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik, stabil selama penyimpanan, dan tidak menimbulkan iritasi. Formula F1 menunjukkan aktivitas pertumbuhan rambut terbaik dengan rata-rata panjang rambut sebesar 8,86 mm pada hari ke-28. Rata-rata panjang rambut pada kelompok kontrol positif, F1, F2, F3, dan kontrol negatif berturut-turut sebesar 10,86 mm; 8,86 mm; 8,28 mm; 7,20 mm; dan 6,28 mm. analisis data menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey HSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05).