OPTIMASI RESPIRASI PASIEN PPOK: PERAN TERAPI PURSED LIP BREATHING TERHADAP STABILITAS FREKUENSI NAPAS

Authors

  • Yulis Hati Universitas Haji Sumatera Utara Author
  • Rosanti Muchsin Universitas Haji Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/a8at3031

Keywords:

Respiratory rate, Pursed-lip breathing, COPD

Abstract

Pasien PPOK memiliki gejala yang sangat khas: sesak napas, batuk yang terus-menerus (bisa disertai dahak), dan penurunan kadar oksigen dalam darah. Pembatasan aliran udara karena gangguan pada jalan napas menyebabkan paru-paru kesulitan mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida, sehingga frekuensi napas menjadi tidak stabil. Jika tidak diatasi dengan cepat, bisa mengakibatkan gagal napas, asidosis, penurunan kesadaran dan kematian. Penggunaan obat-obatan serta teknik pernapasan seperti pursed lip breathing (PLB) adalah dua jenis intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Pada saat yang sama, teknik PLB mengajarkan pasien cara mengatur irama napas, mencegah saluran napas kolaps, serta menstabilkan frekuensi napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi pursed lip breathing terhadap  kestabilan frekuensi napas pada pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi-experiment dengan rancangan pretest-posttest one-group. Populasi dalam penelitian ialah seluruh pasien PPOK di ruang rawatan  sebanyak 195 orang dan pemilihan sampel dengan cara purposive sampling didapatkan 39 orang. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi  frekuensi napas dan SOP intervensi PLB. Analisis  data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pada nilai pretest terapi PLB, mayoritas frekuensi napas meningkat sebanyak 30 orang (76,9%), dan pada posttest, mayoritas frekuensi napas menurun atau normal sebanyak 21 orang (53,8%). Hasil  uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,003 (<0,005) yang artinya ada pengaruh yang signifikan dari terapi PLB terhadap kestabilan frekuensi napas pada pasien PPOK di RS Sultan Iskandar Muda Nagan Raya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ada pengaruh terapi pursed lip breathing terhadap kestabilan frekuensi napas pada pasien PPOK. Disarankan agar tenaga medis menerapkan terapi ini pada pasien yang mengalami peningkatan frekuensi napas khususnya pasien PPOK

Downloads

Published

2026-09-07

Issue

Section

Articles