TRANSFORMASI KEMANDIRIAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPOGLIKEMIA MELALUI PENDEKATAN TEORI SELF CARE OREM : STUDI KASUS
DOI:
https://doi.org/10.5281/v1rc9x98Keywords:
Diabetes melitus , Hipoglikemia, Level of independence, Self Care Orem, Self Care DeficitAbstract
Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi akut diabetes melitus yang dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti penurunan kesadaran sehingga kemandirian pasien dalam perawatan diri akan terganggu dan berpotensi mengancam nyawa. Pada tahun 2025, sebanyak 84 (64,4%) dari 130 pasien diabetes melitus melaporkan kejadian hipoglikemia berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami hipoglikemia melalui pendekatan self care Orem. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada Nyonya N, 56 tahun, diagnosis medis diabetes melitus tipe 2 dan hipoglikemia. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi dengan mengintegrasikan konsep self care Orem. Hasil penelitian menunjukkan pasien mengalami hipoglikemia akibat adanya mual, muntah disertai tidak nafsu makan dan diberikan insulin sebanyak 16IU. Pada universal self care requisites pasien berada dalam tingkat kemandirian wholly compensantory system pada aspek oksigenasi, cairan dan elektrolit, nutrisi, aktivitas fisik, dan eliminasi ditandai dengan penurunan kesadaran, GCS E2 M2 V2 (sopor), glukosa darah sewaktu 40 gr/dl, mual muntah, tekanan darah 80/60 mmHg, pernapasan 26 kali/menit, nadi 134 kali/menit, suhu 36,4 C, bising usus 9 x/menit, natrium 110 gr/dl, kalium 1,2 mmol, albumin 2,8 mg/dl. Diagnosis keperawatan utama pada kasus ini adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan hyperinsulinemia. Pada hari keenam perawatan terjadi peningkatan kemandirian pasien menuju supportive-educative system pada seluruh aspek universal self care requisites ditandai dengan kesadaran compos mentis, GCS E4 M6 V5, GDS 198 gr/dl, GDP 116 gr/dl, GDPP 168 gr/dl tekanan darah 125/78 mmHg, pernapasan 19 kali/menit, nadi 86 kali/menit, suhu 37 C, albumin 3,6 gr/dl, natrium 128 gr/dl, kalium 2,1 mmol. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan self care Orem terbukti mampu mengidentifikasi defisit perawatan diri dan menentukan intervensi keperawatan serta pemberdayaan pasien dengan sistematis untuk meningkatkan kemandirian dan mendukung pengelolaan penyakit secara berkelanjutan.