MODEL INTERVENSI DARLING BERBASIS KELOMPOK TERHADAP PERSEPSI POSITIF DAN EFIKASI DIRI REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI NUSA PENIDA
DOI:
https://doi.org/10.5281/s1r6f860Keywords:
Stunting, Remaja Putri, Persepsi, Efikasi Diri, Intervensi KelompokAbstract
Stunting pada balita berakar pada status gizi dan perilaku kesehatan remaja putri sebagai calon ibu. Studi awal terhadap 105 remaja putri di Nusa Penida menunjukkan pengetahuan baik dan sikap positif terhadap pencegahan stunting, tetapi praktik pencegahan hanya tergolong sedang, dengan mayoritas remaja mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi yang belum tervalidasi. Kesenjangan ini menunjukkan belum tersedianya model intervensi terstruktur yang secara khusus memperkuat persepsi dan efikasi diri remaja putri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model intervensi DARLING (Sadar dan Peduli Stunting) berbasis kelompok terhadap persepsi positif dan efikasi diri remaja putri dalam pencegahan stunting di Nusa Penida. Penelitian pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest dilakukan pada 102 remaja putri kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Nusa Penida yang dipilih dengan teknik quota sampling. Intervensi berupa edukasi kelompok dan pendampingan menggunakan modul serta media digital DARLING selama dua minggu. Hasil menunjukkan rata-rata skor persepsi meningkat dari 61,04 menjadi 63,32 (p=0,0005), dan rata-rata skor efikasi diri meningkat dari 53,38 menjadi 57,34 (p<0,001), dengan peningkatan efikasi diri lebih besar dibandingkan persepsi. Model intervensi DARLING berbasis kelompok berpotensi meningkatkan persepsi positif dan memperkuat efikasi diri remaja putri dalam pencegahan stunting, dan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penguatan komponen digital, dukungan sebaya, dan keterlibatan keluarga.