HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI
DOI:
https://doi.org/10.5281/83d2vd70Keywords:
Derajat Hipertensi, Hipertensi, Kepatuhan Pengobatan, Pengelolaan Hipertensi, Penyakit Tidak MenularAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi sering tidak disertai gejala, yang dapat menjadi tantangan dalam mempertahankan kepatuhan terhadap pengobatan jangka panjang. Kepatuhan yang tidak optimal dapat berkaitan dengan pengendalian tekanan darah. Namun, keterkaitan tingkat kepatuhan dengan variasi derajat hipertensi pada pasien di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional, melibatkan 146 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan MMAS-8 versi Indonesia yang memiliki reliabilitas dan validitas yang baik, dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,824 dan test-retest sebesar 0,881. Analisis univariat dilakukan menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan rendah merupakan kategori terbanyak, yaitu 62 responden (42,5%), diikuti oleh kepatuhan sedang 60 responden (41,1%) dan tinggi 24 responden (16,4%). Hipertensi derajat I merupakan kategori terbanyak sebanyak 64 responden (43,8%), diikuti pra-hipertensi 49 responden (33,6%) dan derajat II 33 responden (22,6%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan dan derajat hipertensi (χ²=20,244; p<0,001). Proporsi derajat II lebih tinggi pada responden dengan kepatuhan rendah (37,1%) dibandingkan dengan kepatuhan sedang (11,7%) dan tinggi (12,5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dengan derajat hipertensi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan pemantauan kepatuhan dan edukasi berkelanjutan dalam pengelolaan hipertensi.