PENGETAHUAN MENSTRUASI SEBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGANDENGAN PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI
DOI:
https://doi.org/10.5281/bnydw298Keywords:
Adolescent girls, Knowledge, Menstrual hygiene behavior, Menstrual hygiene management, Reproductive healthAbstract
Menstrual Hygiene Management (MHM) merupakan salah satu isu penting dalam kesehatan reproduksi remaja karena berkaitan dengan pemeliharaan kebersihan diri, pencegahan masalah kesehatan reproduksi, dan peningkatan kualitas hidup remaja putri. Pengetahuan yang memadai mengenai menstruasi menjadi salah satu dasar dalam membentuk perilaku kebersihan menstruasi yang sehat. Namun, keterbatasan pengetahuan dapat menyebabkan praktik kebersihan pada saat menstruasi belum dilakukan secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah sebagai upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku personal hygiene menstruasi pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 67 siswi kelas VIII Sekolah menengah pertama di Surakarta dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan tentang menstruasi dan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik dan distribusi variabel penelitian serta analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup, yaitu sebanyak 33 responden (49,3%), sedangkan 13 responden (19,4%) memiliki pengetahuan baik dan 21 responden (31,3%) memiliki pengetahuan kurang. Analisis Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku personal hygiene menstruasi dengan nilai r = 0,361 dan p = 0,003. Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan hubungan rendah, sehingga pengetahuan menstruasi yang lebih baik berkaitan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi yang lebih baik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya penguatan pendidikan kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendukung terbentuknya perilaku kebersihan menstruasi yang sehat pada remaja putri.