STUNTING DI BALIK ANGKA: MEMETAKAN FAKTOR RISIKO DAN LOKUS PRIORITAS DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • Yanuarti Petrika Poltekkes Kemenkes Pontianak Author
  • Dahliansyah Poltekkes Kemenkes Pontianak Author
  • Desi Poltekkes Kemenkes Pontianak Author
  • Ayu Rafiony Poltekkes Kemenkes Pontianak Author
  • Jurianto Gambir Poltekkes Kemenkes Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/vx4jcx67

Keywords:

Stunting, Risk Factor, Under-five children, Nutrition, Pontianak City

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor pada tingkat ibu, bayi, batita, keluarga, dan lingkungan. Di Kota Pontianak, faktor risiko stunting dapat berbeda menurut karakteristik wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting di Kota Pontianak, guna mendukung perumusan kebijakan dan strategi intervensi yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif). Penelitian melibatkan 595 kelompok kasus kontrol balita serta 262 kasus dan kontrol ibu hamil di wilayah Kota Pontianak. Variabel yang dianalisis meliputi kelompok faktor ibu, faktor bayi, faktor balita, serta faktor sosial ekonomi dan lingkungan. Analisis dilakukan menggunakan Pathway Analysis dan analisis chi-square untuk melihat hubungan antar variable dan melihat seberapa besar resikonya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa factor ibu yang paling berhubunngan dengan stunting adalah ibu anemia, KEK, tinggi badan ibu <145 cm, pengetahuan praktik menyusui, pekerjaan, dan paparan asap rokok. Sedangkan Faktor bayi meliputi BBLR, panjang badan lahir <48 cm, dan imunisasi tidak lengkap. Pada balita, faktor yang menonjol adalah pola makan/MP-ASI dan PMT. Faktor sosial-lingkungan mencakup pendapatan rendah, pekerjaan ayah tidak tetap, sanitasi, dan akses air bersih. Perbedaan antar kecamatan juga menunjukkan hal menarik dimana faktor yang lebih kuat untuk anak menjadi stunting di Pontianak Barat adalah BBLR, PMT dan Pekerjaan. Pontianak Selatan lebih kepada riwayat BBLR (p=0,019) dan Panjang badan lahir <48cm (p=0,002) berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Sedangkan Pontianak Barat ibu yang mendapatkan PMT saat hamil (p=0,03), dan tinggi badan ibu <145cm (p=0,03) berhubungan dengan kejadian stunting. Stunting di Kota Pontianak dipengaruhi oleh faktor yang kompleks dan saling berkaitan, meliputi kondisi ibu, faktor kelahiran dan bayi, pola makan, pemberian PMT, sosial ekonomi, dan lingkungan. Faktor risiko dominan berbeda antar-kecamatan, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan stunting perlu dilakukan secara terintegrasi, spesifik, dan berbasis karakteristik wilayah.

Downloads

Published

2026-09-07

Issue

Section

Articles