PENGETAHUAN IBU TERHADAP RISIKO STROKE AKIBAT PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.5281/rne8x614Keywords:
Knowledge, Stroke , PreeclampsiaAbstract
Stroke merupakan salah satu komplikasi serius yang dialami oleh ibu hamil. Prevalensi stroke pada ibu hamil mencapai 30 per 100.000 kehamilan. Jumlah penderita stroke pada ibu hamil tiga kali lebih tinggi dibanding dewasa muda. Dampak stroke tidak hanya pada ibu namun pada janin di kandungannya. Berdasarkan tingkat kejadian, 15% ibu hamil meninggal dunia akibat stroke. Salah satu faktor risiko stroke pada ibu hamil yaitu preeklampsia yang berhubungan dengan gangguan kardiovaskular. Preeklampsia terjadi 2%-8% pada kehamilan di seluruh dunia. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan perilaku ibu dalam mengenali tanda bahaya kehamilan serta mampu melakukan upaya pencegahan stroke akibat preeklampsia. Namun, informasi mengenai pengetahuan ibu tentang dampak preeklampsia masih terbatas. Penelitian ini dirancang untuk melihat gambaran pengetahuan ibu hamil terhadap risiko stroke akibat preeklampsia di Puskesmas Bandar Lampung. Penelitian survey ini dilakukan pada 106 ibu hamil dengan teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terdiri atas 14 pertanyaan yang telah diuji validitas (r hitung>0,361) dan diuji reliabilitas menggunakan Cronbach alpha (α=0,86). Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2026 di 10 Puskesmas Bandar Lampung. Hasil yang didapat menunjukkan usia ibu tidak berisiko sebanyak 85 (80,2%), pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 45 (42,5%), ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 65 (61,3%), penghasilan berada pada level sedang sebanyak 37 (34,9%), dan tidak memiliki riwayat preeklampsia/hipertensi sebanyak 98 (92,5%). Tingkat pengetahuan ibu berada pada kategori baik sebanyak 69 (65,1%), cukup sebanyak 31 (29,2%) dan kurang sebanyak 6 (5,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan gambaran pengetahuan ibu hamil terhadap risiko stroke akibat preeklampsia berada pada kategori baik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar bagi penentu kebijakan kesehatan, bagi penelitian selanjutnya dan bagi pihak puskesmas dapat mempertahankan upaya edukasi serta deteksi dini bagi ibu hamil.