MODEL PENDAMPINGAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS DALAM MENCEGAH TERJADINYA STUNTING DI KABUPATEN JOMBANG
DOI:
https://doi.org/10.5281/satqn192Keywords:
Chronic Energy Defisiency, Low Birth Weight, Prenatal asistance, StuntingAbstract
Kurang Energi Kronis (KEK) pada kehamilan masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia serta berdampak kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dalam jangka panjang bisa menyebabkan terjadinya stunting. Determinan utama BBLR adalah Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil (Bumil), kehamilan KEK berisiko 4 kali melahirkan bayi BBLR. Kabupaten Jombang berusaha menekan kejadian stunting dengan mengadakan Program pendampingan ibu hamil KEK yang merupakan intervensi komprehensif selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas pendampingan Bumil yang mengalami KEK dalam mencegah BBLR dengan indikator Bumil Bebas KEK. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen one-group pra-post tes design, yang dilakukan pada 108 Bumil KEK di 10 Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Pendampingan dilakukan selama enam bulan, mulai bulan Mei 2025 sampai Oktober 2025. Setiap Bumil didampingi oleh seorang kader sampai Bumil tersebut melahirkan dan dimonitor oleh Bidan desa di wilayah masing-masing. Hasil monitoring dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Selama pendampingan ibu Hamil mendapatkan pemeriksaan, penyuluhan gizi, pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS), Komunikasi Antar Pribadi (KAP) serta adanya dukungan dari Tim Penggerak PKK. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai Asymp. Sig (ρ value) 0.020. Artinya ada pengaruh model pendampingan ibu hamil kurang energi kronis dalam mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Jombang. Setelah dilakukan pendampingan selama enam (6) bulan, 54,6% (59) Bumil status gizi Normal, dari 59 Bumil tersebut, 89,8% melahirkan bayi dengan Berat badan normal dan 10,2% dengan BBLR. 45,4 % (49) Bumil tetap mengalami KEK 49, dari 49 Bumil KEK, 75,5% melahirkan bayi Berat badan normal dan 24,5% dengan BBLR. Perlu pendampingan ibu hamil KEK dalam upaya menurunkan angka kejadian BBLR, menginggat bahwa Bayi yang lahir dengan BBLR dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting dan gangguan tumbuh kembang.