PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA ANAK MELALUI KONSELING BERBASIS NILAI TAT TWAM ASI DENGAN MEDIA FLIPBOOK AUGMENTED REALITY
DOI:
https://doi.org/10.5281/sw0kwp23Keywords:
Antibiotik, Pengetahuan, Tat Twam ASi, Flipbook, Augmented RealityAbstract
Anak-anak merupakan kelompok yang memiliki kerentanan tinggi terhadap resistensi antibiotik. Keputusan penggunaan antibiotik pada anak sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan sikap orang tua. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini mengkaji penerapan konseling berbasis nilai budaya Bali Tat Twam Asi, yang menekankan empati dan tanggung jawab kolektif, dengan dukungan media flipbook berbasis Augmented Reality sebagai sarana penyampaian pesan moral secara visual dan interaktif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan pengetahuan orang tua mengenai pemberian antibiotik sebelum dan sesudah intervensi konseling dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik. Metode penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan desain pre–post-test control group. Populasi penelitian berjumlah 160 orang tua pasien anak rawat jalan di rumah sakit, dengan sampel sebanyak 110 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 50,13 (SD 19,708) sebelum intervensi menjadi 74,46 (SD 14,749) setelah intervensi. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Kesimpulan: konseling berbasis nilai Tat Twam Asi yang didukung media flipbook berbasis Augmented Reality terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua dan berpotensi mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik pada anak.