RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS IBU SEBAGAI FAKTOR DOMINAN RISIKO STUNTING PADA BADUTA
DOI:
https://doi.org/10.5281/jgtsrp43Keywords:
Pemberian ASI, Kesehatan Anak, Gizi Ibu, Faktor Risiko, StuntingAbstract
Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis pada anak usia di bawah dua tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ibu dan anak. Identifikasi faktor risiko yang dominan sangat penting untuk perumusan intervensi berbasis bukti di tingkat layanan kesehatan primer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor ibu dan anak meliputi riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) ibu, pengetahuan gizi ibu, riwayat infeksi anak, berat badan lahir, panjang badan lahir, praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus-kontrol pada 188 baduta 94 kasus dan 94 kontrol) di wilayah kerja Puskesmas Pontianak Utara. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square, odds ratio (OR), dan regresi logistik. Hasil: Riwayat KEK ibu saat hamil berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,01; OR=3,15). Faktor lain seperti pengetahuan gizi ibu, riwayat infeksi anak, BBLR, panjang badan lahir pendek, IMD, dan ASI eksklusif tidak menunjukkan hubungan signifikan secara statistik, meskipun memiliki kecenderungan peningkatan risiko. Simpulan: Riwayat KEK ibu merupakan faktor risiko dominan stunting pada baduta. Implikasi: Penguatan intervensi gizi ibu hamil menjadi strategi kunci pencegahan stunting berbasis layanan kesehatan primer.