KESENJANGAN KEPATUHAN SURGICAL CARE BUNDLES PADA SECTIO CAESAREA OLEH PERAWAT DAN BIDAN

Authors

  • Wijayanti Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Author
  • Wiwik Setyoningsih Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Author
  • Sulastri Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Author
  • Antia Universitas Esa Unggul Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/bqz2vm97

Keywords:

Keselamatan Pasien, Kesenjangan Kepatuhan, Perawat dan Bidan, Sectio Caesarea, Surgical Care Bundles

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) pasca Sectio Caesarea (SC) masih menjadi tantangan serius dalam keselamatan pasien maternal meskipun surgical care bundles telah diimplementasikan secara luas, termasuk di rumah sakit tipe menengah dengan otonomi klinis yang relatif tinggi. Pendekatan pencegahan yang berfokus pada peningkatan pendidikan dan pengetahuan individu belum tentu menjamin konsistensi kepatuhan praktik, sehingga memperlihatkan kesenjangan antara strategi edukatif dan implementasi aktual. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara determinan internal tenaga kesehatan meliputi jenjang pendidikan, tingkat pengetahuan, dan riwayat pelatihan dengan kepatuhan terhadap indikator surgical care bundles pada prosedur SC elektif. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif analitik desain potong lintang. Sebanyak 33 perawat dan bidan yang memenuhi kriteria penelitian disertakan sebagai responden melalui metode total sampling. Data dihimpun melalui instrumen penelitian yang teruji validitasnya serta observasi langsung berbasis checklist standar opeparasional rumah sakit, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil analisis memberikan bukti korelasi negatif yang bermakna antara jenjang pendidikan responden (p=0,017) dan kapasitas pengetahuan (p=0,028) dengan kepatuhan dalam pelaksanaan surgical care bundles, sedangkan riwayat pelatihan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,523). Kepatuhan terendah ditemukan pada indikator pembersihan vagina (54,5%) dan penggunaan clippers (60,6%). Temuan ini menantang asumsi linear antara kompetensi kognitif dan kepatuhan praktik, serta mengisyaratkan bahwa pendekatan sistem perlu dipertimbangkan bersama intervensi individual. Signifikansi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kognitif tidak secara otomatis meningkatkan kepatuhan praktik, sehingga upaya peningkatan keselamatan pasien memerlukan penguatan sistem kerja, supervisi klinis, serta budaya keselamatan yang konsisten.

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Articles