EXPLORING THE RISK FACTORS OF MENTALL ILLNESS THROUGH A BIBLIOMETRIC ANALYSIS

Authors

  • Sri Wahyuni Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Author
  • Suharno Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/33530y47

Keywords:

Kesehatan Mental, Gangguan Mental, Faktor Risiko, Tren Penelitian

Abstract

Background: Isu kesehatan mental menjadi perhatian seluruh dunia seiring dengan meningkatnya angka penderita gangguan mental. Berbagai factor resiko telah banyak dilaporkan dalam banyak literatur tetapi pemetaan mengenai tren penelitian, tema dan peluang riset mengenai factor resiko gangguan mental ini masih terbatas, maka diperlukan pendekatan bibliometrik untuk mengidentifikasi trend publikasi dan mendapatkan novelty penelitian secara sistematis.

Objective: Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk menganalisis trend publikasi dan kluster tematik factor resiko penyakit mental melalui network visualization, overlay visualization, and density visualization melalui analisis bibliometric.

Methods: Dalam penelitian ini, digunakan analisis bibliometric, Data diidentifikasi melalui pencarian basis data di https://app.dimensions.ai/. Data yang diperoleh kemudian diseleksi menggunakan diagram alur PRISMA. Makalah dibatasi pada tahun publikasi 2022-2025 dan berfokus pada ilmu kesehatan, psikologi, kesehatan masyarakat, psikologi klinis, serta keperawatan. Jenis publikasi yang dipilih hanya artikel, Data dianalisis menggunakan VOSviewer kemudian ditinjau oleh penulis.

Results: Analisis dari hasil Network visualization, teridentifikasi terdapat 182 item terbagi dalam 8 clusters dengan 5,645 links dengan total link strength adalah 42,204. Setelah mengidentifikasi clusters, didapatkan bahwa factor resiko penyakit mental adalah dementia, aggressive behavior, childhood trauma, family history, homelessness dan PTSD.

Dari overlay visualization, terindikasi bahwa topik terbaru yang banyak diteliti terkait tema ini adalah alcohol consumption, medical condition and mood disorder.

dari density visualization, terindikasi bahwa topik yang jarang diteliti terkait faktor risiko penyakit mental adalah social isolation, pregnancy and insomnia.

Conclusion: Topik mengenai faktor-faktor risiko penyakit mental merupakan topik yang perlu dikembangkan lebih lanjut di berbagai negara, terutama dengan memilih topik yang low visualization agar dapat memperkaya ragam penelitian pada tema ini.

Implikasi: Temuan pemetaan bibliometrik ini memberikan dasar evidens bagi praktik keperawatan dalam upaya promotif, preventif, dan deteksi dini gangguan mental. Identifikasi faktor risiko utama yang didapatkan menegaskan pentingnya skrining komprehensif berbasis faktor risiko dalam praktik keperawatan komunitas, keperawatan jiwa, dan pelayanan primer.

Selain itu, temuan mengenai topik yang masih jarang diteliti (social isolation, pregnancy, dan insomnia) menunjukkan peluang bagi perawat untuk mengembangkan intervensi berbasis komunitas, edukasi kesehatan mental, serta program pencegahan yang lebih terarah pada kelompok rentan. Hasil ini juga dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan, panduan praktik berbasis bukti, serta kebijakan layanan kesehatan mental yang berorientasi pada pencegahan dan manajemen faktor risiko secara holistik.

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Articles