ANALISIS DAMPAK PSIKOLOGI PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEMATANGAN EMOSIONAL REMAJA PUTRI DI BALIKPAPAN

Authors

  • Sri Hazanah Politeknik Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur Author
  • Nina Mardiana Politeknik Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur Author
  • Grace Cs Politeknik Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur Author
  • Rus Andriani Politeknik Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur Author
  • Rahmawani S Politeknik Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/tcghsp47

Keywords:

Pernikahan dini, dampak psikologis, kematangan emosional, remaja putri

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan serius di Indonesia dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja, khususnya kesehatan psikologis dan kematangan emosional remaja putri. Berdasarkan laporan nasional, sekitar 10–11% perempuan usia 20–24 tahun di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun, dengan angka yang relatif lebih tinggi di wilayah Kalimantan dan daerah dengan faktor sosial ekonomi menengah ke bawah. Pernikahan pada usia remaja terjadi ketika individu masih berada pada tahap perkembangan emosional yang belum stabil, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan ketidakmampuan mengelola emosi secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis pernikahan dini terhadap kematangan emosional remaja putri di Sekolah Menengah Kesehatan Airlangga Balikpapan, Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di Sekolah Menengah Kesehatan Airlangga Balikpapan, dengan sampel remaja putri berusia 15-18 tahun yang menikah dini dan tidak menikah dini, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat kematangan emosional dan kondisi psikologis responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk melihat hubungan dan perbedaan tingkat kematangan emosional antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dan tingkat kematangan emosional remaja putri. Remaja putri yang menikah dini cenderung memiliki tingkat kematangan emosional lebih rendah, ditandai dengan keterbatasan dalam pengendalian emosi, pengambilan keputusan, dan kemampuan menghadapi tekanan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pernikahan dini berdampak negatif terhadap kematangan emosional remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan reproduksi, penguatan peran keluarga dan sekolah, serta intervensi psikologis yang berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Articles