PERSEPSI DAN PENGALAMAN BIDAN DALAM PELAKSANAAN SKRINING KESEHATAN MENTAL PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA: STUDI MIXED-METHODS
DOI:
https://doi.org/10.5281/8qxsdp08Keywords:
bidan, ibu hamil, kesehatan mental, persepsi, pengalamanAbstract
Kesehatan Mental ibu hamil merupakan aspek penting namun sering kurang diperhatikan dalam pelayanan antenatal. Masalah kesehatan mental yang tidak ditangani selama kehamilan berdampak negatif bagi ibu dan anak. Meskipun terdapat rekomendasi nasional, penerapan skrining kesehatan mental oleh bidan di Indonesia masih belum konsisten, khususnya di wilayah pedesaan seperti Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi dan pengalaman bidan terkait pelaksanaan skrining kesehatan mental pada ibu hamil serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada 115 bidan dari puskesmas dan praktik mandiri. Tahap selanjutnya berupa wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan 12 bidan terpilih. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik., melibatkan 115 bidan melalui kuesioner terstruktur, dilanjutkan wawancara mendalam dan diskusi kelompok dengan 12 bidan. Hasil menunjukkan 89,6% bidan menyadari pentingnya skrining, namun hanya 14% melaksanakannya pada sebagian pasien. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, kurangnya privasi, stigma pasien, minimnya pelatihan, ketiadaan instrumen standar, dan keterbatasan tenaga profesional. Kesimpulan menegaskan adanya kesenjangan antara persepsi positif dan praktik nyata, sehingga diperlukan dukungan institusional dan integrasi skrining ke dalam pelayanan antenatal rutin untuk meningkatkan kesehatan mental ibu